Berita

sudirman said/net

Politik

Ternyata, Tujuan Sudirman Said Adalah Ketidakstabilan Negara

SABTU, 14 NOVEMBER 2015 | 10:33 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, memang tidak punya niat baik membersihkan negara ini dari penyelewengan.

"Dia lebih suka "menggoreng" cerita untuk mengadu publik dengan politikus. Tujuannya, agar negara tak stabil akibat kegaduhan yang berlarut larut," kata politisi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, kepada wartawan, Sabtu pagi (14/11).

Hal itu dikatakan TB Hasanuddin menyikapi sikap Sudirman yang tidak juga mau membeberkan siapa politisi yang menjual nama presiden dan wakil presiden terkait janji perpanjangan kontrak karya Freeport di Indonesia.


"Sejak awal dia memberitakan bahwa ada politikus yang berkuasa yang mencatut nama presiden dan wakil presiden dengan meminta jatah saham di Freeport. Setelah dipanggil presiden, dia baru mengatakan bahwa pelakunya anggota DPR. Dia pun masih menggorengnya dengan tetap tidak menyebut namanya,” sesal TB Hasanuddin.

TB Hasanuddin pun heran mengapa Sudirman Said ingin berkonsultasi lebh dulu dengan Mahkamah Kehormatan Dewan.

"Ini orang aneh, kenapa mesti koordinasi dulu? Kan lebih praktisnya sebutkan namanya dan laporkan langsung ke Mahkamah Kehormatan Dewan atas pelanggaran etikanya, dan setelah itu lapor ke polisi atas tindak pidana penipuannya,” ungkap mantan Sesmilpres ini.

Anggota Komisi I DPR ini sangat menyesali seorang menteri malah membuat suasana menjadi gaduh, yang menunjukkan jauh dari sikap kenegarawanan. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya