Berita

Hukum

ICW Ganti Nama Jadi TPA Aja

JUMAT, 13 NOVEMBER 2015 | 17:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Indonesian Corruption Watch (ICW) bersikap aneh. Bukannya kritis terhadap kasus-kasus korupsi besar di Pemprov DKI, ICW malah 'menyerang' pejabat BPK DKI yang melakukan audit terkait dugaan korupsi tersebut. Kritikan pun mengalir. ICW disarankan ganti nama.

"Jadi TPA aja, Tim Pelindung Ahok. Ubah nama, nama itu (Indonesian Corruption Watch) udah gak relevan lagi," kata aktivis dan budayawan Ratna Sarumpaet kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Jumat, 13/11).

Ratna beralasan ICW sudah menodai nama besarnya sendiri. Demi membela Ahok, ICW tak peduli melakukannya dengan cara-cara adu domba. Sementara itu, ICW sama sekali tak peduli, misalnya terkait hasil audit BPK yang menemukan indikasi kerugian negara dalam pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras (RSSW) oleh Ahok.


"Sebaiknya jangan pake nama itu (ICW) lagi. ICW seperti mewakili Ahok dengan fitnah dan tuduhan. ICW mengadu domba BPK dengan KPK," kata Ratna.

Pernyataan keras Ratna ini disampaikan sebagai komentar atas langkah ICW yang melaporkan kasus dugaan potensi konflik kepentingan dan pelanggaran etik yang dilakukan Kepala BPK Perwakilan Jakarta ke Inspektorat Utama BPK.

'Serangan' ICW dilakukan di saat auditor Negara itu melakukan audit investigatif terkait pembelian lahan RSSW. Hasil audit tahap pertama BPK menemukan indikasi kerugian APDB DKI Rp 191 miliar dari pembeliah lahan tersebut.

Tadi siang, Ratna bersama sekitar 20-an aktivis, pemerhati dan warga DKI yang konsen menyorot berbagai skandal di Pemprov DKI dibawah kepemimpinan Ahok mendatangi Kepala BPK DKI Efdinal di kantornya untuk melakukan klarifikasi. Pertemuan berlangsung sekitar tiga jam dari pukul 13.00 hingga 16.00 Wib.

Mendapat penjelasan dari Efdinal bahwa dirinya tidak salah dan serangan ICW tak berdasar, Ratna cs komit mendukung BPKP DKI untuk menuntaskan audit investigasinya.

"Kita dukung untuk diselesaikan audit invetsigasinya, kita dorong Kepala BPKP DKI tidak kendor. Kita mau audit investigasi yang diminta KPK betul-betul dikerjakan dan bisa selesai akhir bulan ini seperti yang dijanjikan," kata Ratna.

"Kami sesalkan ICW kenapa jadi makelar kasus. Dia LSM anti korupsi, kenapa berubah kelakuan,"  demikian Ratna.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya