Berita

Hukum

Jaksa Agung: Ngapain Dibawa ke Den Haag, Kita Bisa Selesaikan Masalahnya

KAMIS, 12 NOVEMBER 2015 | 22:24 WIB | LAPORAN:

Jaksa Agung HM Prasetyo tak habis pikir peristiwa 1965 dan rangkaian kekerasan yang mengikutinya dibawa ke International People's Tribunal (IPT) di Den Haag, Belanda.

‎"Kenapa dibawa ke sana? Kita kan bisa menyelesaikan sendiri," kata Prasetyo saat ditemui di acara Rakornas soal pilkada serentak di Ancol, Jakarta, Kamis (12/11).

Saat ini pengusutan peristiwa 1965 memang belum jelas. Di satu sisi, ada pihak-pihak yang menginginkan pelaku dihukum, namun di sisi lain belum ditemukan bukti yang kuat.


Prasetyo menilai temuan-temuan yang diklaim sebagai bukti oleh sejumlah pihak tidak bisa dipakai. Dengan begitu, hasil penyelidikan yang dilakukan pihak-pihak terkait seperti Komnas HAM tidak bisa dilanjutkan ke tahap penyidikan.

Komnas HAM sendiri kata Prasetyo pada 2008 telah mengajukan beberapa bukti. Namun oleh penyidik dinyatakan masih lemah dan belum kuat. Berkas tersebut pun dikembalikan oleh penyidik Kejaksaan.

"Hasilnya masih belum memenuhi syarat untuk ditingkatkan ke penyidikan," kata Prasetyo.

Kata Prasetyo, Orde Baru sebagai rezim pemerintahan saat dugaan pelanggaran HAM pada peristiwa G30S itu terjadi sudah tidak lagi ada. Namun, karena belum menjadi suatu kasus dan baru dugaan, maka sistem kadaluarsa tidak ada.

"Tapi kita berharap beban masa lalu ini segera bisa kita akhiri. Kita sedang melakukan perencanaan oleh kita sendiri. Ada tahapannya," demikian Prasetyo.[dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya