Berita

mahyudin/net

Mahyudin: Bangun Skuadron Baru Di Perbatasan!

KAMIS, 12 NOVEMBER 2015 | 12:17 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin memuji kesigapan TNI AU yang berhasil memaksa turun pesawat asing yang melintas tanpa izin di kawasan udara perbatasan RI, Tarakan, Kalimantan Utara, Senin lalu (9/11).

Pilot dari pesawat kecil tersebut adalah seorang tentara Angkatan Laut Amerika Serikat.

"Kita apresiasi TNI yang sigap menjaga kedaulatan NKRI. Tanpa lihat Amerika Serikat atau apa, kalau sudah masuki wilayah kita memang harus diproses hukum," kata Mahyudin saat diwawancara di Universitas Dhyana Pura, Badung, Bali, Kamis (12/11).


Namun Mahyudin mengaku sedikit prihatin karena dua pesawat Sukhoi yang datang menyergap malah datang dari lokasi yang jauh sekali dari Tarakan, yaitu dari Skuadron 11 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

"Sukhoi itu datang dari Pangkalan Udara Makassar, jadi itu jauh sekali," ucapnya.

Karena itu, ia mengusulkan ke pemerintah lebih serius membangun pertahanan wilayah perbatasan.

"Saya usul bangun skuadron baru d perbatasan, karena sistem pertahanan kita kan detensif aktif," jelasnya.

Untuk membangun pertahanan di perbatasan memang diperlukan penambahan dan modernisasi alat utama sistem persenjataan. Dan untuk itu diperlukan anggaran yang besar.

"Demi kedaulatan Indonesia jangan bicara mahal," tegasnya.[ald]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

UPDATE

Gus Yaqut dan Jokowi, Siapa yang Benar?

Minggu, 01 Februari 2026 | 04:09

Ketika Eropa Abad ke-18 Begitu Jorok, Terbelakang, dan Menjijikkan

Minggu, 01 Februari 2026 | 04:05

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

Mantan Ketua LMND Muhammad Asrul Gabung PSI

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:12

Kentungan Oranye Anies

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:01

Pemain Saham Gorengan Bakal Disikat

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:27

MUI: Board of Peace Neokolonialisme Gaya Baru

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:17

Jokowi Hadiri Rakernas PSI, tapi Tak Sanggup ke Pengadilan, Warganet: Penyakit Kok Pilih-pilih

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:01

Prabowo Pede Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Modal

Minggu, 01 Februari 2026 | 01:15

Pengangkatan 32 Ribu Pegawai Inti SPPG Jadi PPPK Picu Kecemburuan

Minggu, 01 Februari 2026 | 01:06

Selengkapnya