Berita

net

Hukum

Petinggi Kejagung Diduga Nikmati Aliran Dana Gatot

KAMIS, 12 NOVEMBER 2015 | 09:30 WIB | LAPORAN:

Marak beredar draft Berita Acara Pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait aliran dana suap untuk pejabat Kejaksaan Agung guna pengambilalihan perkara Bansos Pemprov Sumatera Utara yang melibatkan Gubernur non aktif Gatot Pujo Nugroho.

Yang mengejutkan draft BAP itu menyebut bahwa Gatot pernah menyerahkan uang sebanyak Rp 500 juta kepada oknum jaksa bernama Maruli yang diketahui sebagai Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung. Uang tersebut diserahkan Gatot melalui perantara pengacara kantor hukum OC. Kaligis.

Jaksa Agung Muda Pengawasan Widyopramono pun didesak untuk melakukan pemeriksaan terhadap Maruli.


"Oknum jaksa yang disebut dalam BAP itu harus diperiksa Jamwas. Jangan hanya jaksa di daerah saja yang gampang diperiksa," kata pengamat kejaksaan Kamilov Sagala kepada wartawan di Jakarta, Kamis (12/11).

Menurutnya, apabila yang bersangkutan tidak diperiksa pengawasan, maka penyidikan kasus dana Bansos Sumut yang ditangani Kejagung akan menjadi bias.

"Pastikan dulu clearance-nya jaksa tersebut, apalagi sekelas Direktur Penyidikan. Kalau tidak diperiksa, ya penyidikan kasus tersebut bias dan ada kesan konflik kepentingan," jelas Kamilov.

Dia memastikan bahwa sangat berbahaya jika penyidikan kasus tersebut berlandaskan konflik kepentingan, apalagi Jaksa Agung HM. Prasetyo dan Gatot sama-sama merupakan politisi Partai Nasdem.

Kamilov yang juga mantan komisioner Komisi Kejaksaan menyarankan agar Jaksa Agung mundur dari jabatannya dan menyerahkan penanganan kasus itu seluruhnya kepada KPK.

"Jaksa Agung harusnya mundur sajalah daripada nanti makin malu jika apa yang dikatakan Gatot itu benar. Serahkan saja ke KPK biar netral. Tersangka sendiri kan sudah mengaku menyerahkan uang Rp 500 juta. Mana mungkin tersangka berbicara tanpa fakta yang dialami," jelasnya.

Dia pun lantas memertanyakan integritas Jamwas memiliki keberanian dalam memeriksa mantan anak buahnya tersebut.

"Jamwas sekarang bekas Jampidsus, kasus Gatot ditangani era Widyo. Berani tidak dia periksa Maruli. Saya rasa jika tidak terlibat Jamwas harusnya tak pandang bulu periksa mantan anak buahnya sewaktu di pidsus tersebut," tegas Kamilov. [wah]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya