Berita

uin jakarta

Kampus UIN Jakarta Dituntut Legalkan Organisasi Ekstra

KAMIS, 12 NOVEMBER 2015 | 08:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Empat organisasi kemahasiswaan yang ada di lingkungan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, yaitu Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) duduk bersama dan berdiskusi dalam acara Sarasehan Aktivis Kampus 'Merangkai NarasiPembangunan, Merajut Kebersamaan' yang diselenggarakan oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa FISIP UIN Jakarta.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Mahasiswa FISIP, Rifqi Syahrizal menyatakan kegiatan ini dimaksudkan untuk mendukung adanya rekonsiliasi antar organisasi ekstra kampus.

"Tentu kami sangat meyakini bahwa dengan adanya rekonsiliasi antara organisasi ekstra kampus ini akan menjadi suatu kekuatan yang sangat luar biasa demi kemajuan dunia aktivisme mahasiswa," ungkapnya di Ciputat, Tangsel, Rabu (11/11).


Menyoal perkembangan dunia aktivisme di dalam kampus, Ketua Umum HMI Cabang Ciputat, Ramdhany berpendapat seharusnya pihak kampus secara institusional mendukung dan memfasilitasi setiap aktivitas mahasiswa, baik itu organisasi intra maupun ekstra kampus.

"Kami sangat menyesalkan adanya larangan organisasi ekstra kampus hidup dan beraktivitas secara bebas, karena hal itu berdampak negatif bagi eksistensi organisasi dan perkembangan dunia pemikiran mahasiswa," tukasnya.

Ramdhany melanjutkan, bagaimana mungkin dunia pemikiran mahasiswa akan berkembang di tengah arus kebijakan kampus yang mengekang dan mematikan.

"Kami itu adalah organisasi yang berazazkan Islam, lantas kanapa harus dilarang hidup bebas di dalam kampus? Sudah saatnya kita menyuarakan secara lantang bahwa kebebasan untuk berserikat dan berpendapat dibebaskan kembali," tegasnya dalam keterangannya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya