Berita

CHAIDIR

SKANDAL SUAP SUMUT

Tersangka Kasus Suap: Mudah-Mudahan Tidak Diulangi Oleh Orang Lain

SELASA, 10 NOVEMBER 2015 | 22:58 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Mantan Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Chaidir Ritonga, resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi karena terkait kasus suap. Dia pun berharap, masyarakat tidak melakukan suap seperti yang membelitnya tersebut.

"Saya tidak melayani pertanyaan. Saya mau ngomong, saya patuh menjalani proses hukum di KPK. Saya akan ikuti proses ini. Mudah-mudahan memberikan kebaikan kepada daerah saya yang bertahun-tahun mengalami hal ini dan bawa kebaikan untuk saya dan keluarga. Mudah-mudahan tidak diulangi oleh yang lain," ungkap Chaidir.

Chaidir yang tampak mengenakan rompi oranye tahanan KPK menyampaikan itu usai diperiksa (Selasa, 10/11) atau sesaat sebelum menuju rumah tahanan.


Selain Chaidir, bekas dan anggota DPRD Sumut lainnya yang juga ditahan dalam kasus yang sama, Saleh Bangun, Sigit Pramono Asri, serta Ajib Shah tidak banyak berkomentar.

Hanya Ketua DPRD Sumut, Ajib Shah mengatakan dirinya sudah menerangkan semuanya ke penyidik lembaga antirasuah. "Sudah diterangkan di penyidik semuanya," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, kuasa hukum Sigit, Zainuddin Paru mengungkapkan bahwa kliennya yang merupakan mantan Wakil Ketua DPRD Sumut sudah menjawab 33 pertanyaan penyidik.

Ia berharap kasus yang menimpa Sigit dapat diselesaikan segera berkas perkaranya oleh penyidik lembaga antirasuah.

"Pak Sigit memang sebagai wakil ketua ada rapat-rapat dewan dan kemudian ada beberapa penetpan RAPBD jadi APBD yang dianggap penyidik ada yang perlu dipertanyakan oleh penyidik. Pak Sigit diperiksa sebagai tersangka menjawab 33 pertanyaan penyidik," ujar Zainudin.

"Pada prinsipnya kami kooperatif dengan proses pemeriksaan ini dan
kami berharap proses penyidikan lebih cepat dan dijanjikan akan selesai 20 hari ke depan maksimal satu bulan sudah dilimpahkan," harapnya. [zul]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

34 Ribu Kendaraan Melintas Padalarang dan Lembang, Mayoritas Roda Dua

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:55

Tinjau Terminal Pulo Gebang, Seskab Teddy Jamin Arus Balik Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:38

Akui Coretax Bermasalah, Purbaya Perpanjang Deadline Lapor SPT hingga Akhir April 2026

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:48

Energi Filipina Masuk Zona Waspada, Presiden Marcos Aktifkan Mode Siaga

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:27

Dugaan Intervensi Politik Bayangi Penanganan Kasus Yaqut di KPK

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:10

Emas Mulai Ditinggalkan, Investor Lirik Bitcoin sebagai Aset Aman

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:06

Mendagri: Sumbar Capai 100 Persen Pemulihan Pascabencana, Sumut-Aceh Belum

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39

Tren Nikah Melonjak Usai Lebaran, Kemenag Pastikan KUA Siaga Meski WFA

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:20

Ledakan Wisatawan Lebaran di Jabar, DPRD Ingatkan Waspada Bencana dan Pungli

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:01

IHSG Menguat ke Level 7.199 di Sesi I Rabu Siang, Ratusan Saham Menghijau

Rabu, 25 Maret 2026 | 12:28

Selengkapnya