Berita

Hukum

Besok, Kejagung Garap Gatot Pujo di KPK

SELASA, 10 NOVEMBER 2015 | 16:15 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Guna mengembangkan kasus yang membelit Gubernur Sumatera Utara nonaktif, Gatot Pujo Nugroho (GPN) tim penyidik dari Kejaksaan Agung (Kejagung) akan mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (10/11) besok.

Pasalnya, tim penyidik Kejagung akan melakukan pemeriksaan terhadap Gatot sebagai tersangka dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun 2013.

Pelaksana Tugas Piminan KPK, Indriyanto Seno Adji mengatakan pemeriksaan akan dilakukan di gedung KPK sama seperti yang sudah dilakukan oleh Kejagung sebelumnya.


"(Pemeriksaan) itu kan sudah pernah dilakukan, dan dilakukan di KPK saja," kata Indriyanto lewat pesan singkat, Selasa (10/11).

Oleh sebab itu lanjut dia, tim penyidik Kejagung sendiri yang akan mendatangi kantor lembaga antirasuah untuk memeriksa Gatot.

Menurut dia, pemeriksaan ini sudah menjadi bagian dari standar operasi rutin koordinasi supervisi yang tidak perlu dikhawatirkan.

"Jadi besok pemeriksaan Gatot oleh Kejaksaan akan lancar," tegas dia.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) Senin (2/11) malam, resmi menetapkan Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho sebagai tersangka dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tahun 2013.

Jaksa Agung HM Prasetyo menjelaskan selain kasus dana hibah, Gatot juga akan berstatus tersangka dalam kasus dana Bansos Provinsi Sumut.

"Tersangka dana hibah tapi juga akan menjadi tersangka dana bansos. Menurut Jampidsus hasil sementara, nanti (kasus dana bansos) kita akan menunggu detail dari audit BPK," kata Jaksa Agung HM Prasetyo kepada wartawan.

Selain Gatot, satu tersangka lain yang telah ditetapkan oleh Kejagung yaitu Kepala Badan Kesbangpol Pemprov Sumut, Eddy Sofyan. Kejagung tegas Prasetyo juga membidik tersangka lain, termasuk kemungkinan dari pihak penerima dana hibah dan bansos tersebut.

"Masih akan dikembangkan untuk tersangka lain," tukas Prasetyo. [sam]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya