Berita

Hukum

Ketua DPRD Sumut Diperiksa Sebagai Tersangka

SELASA, 10 NOVEMBER 2015 | 13:49 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Mantan Ketua DPRD Sumatera Utara periode 2009-2014, Saleh Bangun
memenuhi panggilan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, hari ini (Selasa, 10/11).

Namun ia enggan berkomentar apapun saat ditanya wartawan. Tak berselang lama, giliran mantan wakil ketua DPRD Sumut periode 2009-2014, Chaidir Ritonga yang tiba di markas Taufiqqurahman Ruki Cs.  Ia pun tak mau berkomentar.

Ketua DPRD Sumut periode 2014-2019, Ajib Sah yang menyusul kemudian juga tak banyak berbicara. Ia hanya bilang kedatangannya karena diundang.

Ketua DPRD Sumut periode 2014-2019, Ajib Sah yang menyusul kemudian juga tak banyak berbicara. Ia hanya bilang kedatangannya karena diundang.

"Diundang, saya diundang. Nanti saya akan bicara," jawabnya singkat sembari berlalu masuk ke dalam gedung KPK.

Dikonfirmasi secara terpisah, pihak Plh Humas dan Informasi KPK, Yuyuk Andriati melalui pesan singkat, mengatakan bahwa mereka bertiga akan diperiksa sebagai tersangka dugaap suap anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 dan periode 2014-2019.

Pekan lalu (Jumat, 6/11), penyidik KPK memeriksa Ajib dan Chaidri sebagai saksi kasus yang juga menyeret Gubernur Sumut nonaktif, Gatot Pujo Nugroho sebagai tersangka pemberian hadian atau janji kepada anggota DPRD Sumut terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemprov Sumut 2012-2014, persetujuan perubahan APBD Sumut 2013 dan 2014, pengesahan APBD Sumut 2014 dan 2015, serta penolakan penggunaan hak interpelasi DPRD Provinnsi Sumut tahun 2015.

Gatot dijerat pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau pasal 13 UU 31/1999 diubah 20/2001 jo pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sedangkan Saleh Bangun, Chaidir Ritonga, Kamaludin Harahap, Sigit Pramono Asri, serta Ajib Shah atas dugaan menerima hadiah atau janji dijerat pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 UU 31/1999 diubah 20/2001 jo pasal 64 ayat 1 dan pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.[wid]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

34 Ribu Kendaraan Melintas Padalarang dan Lembang, Mayoritas Roda Dua

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:55

Tinjau Terminal Pulo Gebang, Seskab Teddy Jamin Arus Balik Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:38

Akui Coretax Bermasalah, Purbaya Perpanjang Deadline Lapor SPT hingga Akhir April 2026

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:48

Energi Filipina Masuk Zona Waspada, Presiden Marcos Aktifkan Mode Siaga

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:27

Dugaan Intervensi Politik Bayangi Penanganan Kasus Yaqut di KPK

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:10

Emas Mulai Ditinggalkan, Investor Lirik Bitcoin sebagai Aset Aman

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:06

Mendagri: Sumbar Capai 100 Persen Pemulihan Pascabencana, Sumut-Aceh Belum

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39

Tren Nikah Melonjak Usai Lebaran, Kemenag Pastikan KUA Siaga Meski WFA

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:20

Ledakan Wisatawan Lebaran di Jabar, DPRD Ingatkan Waspada Bencana dan Pungli

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:01

IHSG Menguat ke Level 7.199 di Sesi I Rabu Siang, Ratusan Saham Menghijau

Rabu, 25 Maret 2026 | 12:28

Selengkapnya