Berita

Hukum

ICW Desak Kejagung Tuntaskan Kasus Jakpro

SELASA, 10 NOVEMBER 2015 | 12:34 WIB | LAPORAN:

Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) menuntaskan penyidikan kasus tindak pidana korupsi terkait tanah atau asset milik Jakarta Propertindo (Jakpro).

Kasus telah lama mengendap dan diduga ada intervensi untuk tidak melanjutkan proses ke tahap penuntutan. Tiga tersangka hingga saat ini juga tidak ditahan, padahal tersangka lain dalam perkara korupsi yang ditangani Kejagung langsung ditahan.

"Banyak kasus yang tak jalan penyelidikan dan penyidikannya di Kejagung, termasuk kasus Jakpro. Kasus ini sudah lama ditangani Kejagung. Saya minta Jaksa Agung harus monitor kerja anak buahnya,” kata peneliti ICW, Emerson Yuntho dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (10/11).


Menurut Emerson, selain kasus Jakpro, kasus besar lainnya yang belum dituntaskan Kejagung adalah kasus Hambalang.

"Kasus ini tidak ada progres sama sekali," kata dia.
 
Kejagung menetapkan tiga tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi terkait tanah atau asset milik Jakpro yakni Dirut PT Wahana Agung Indonesia (Ancol Beach City) Fredie Tan alias Awi, Komisaris PT Delta Jakarta, Oky Sukasah dan mantan Dirut Jakpro (BUMD) I Gusti Ketut Gede Suena. Ketiganya diduga melakukan tindak pidana korupsi pengelolaan lahan aset Pemda DKI seluas 5 ribu meter persegi di Pluit, Jakarta Utara, yang diduga dijual tanpa izin dari Gubernur DKI dan DPRD DKI. Akibatnya negara rugi sekitar Rp 68 miliar.

Beredar informasi adanya intervensi pihak ketiga melalui Direktur Penyidikan (Dirdik) Pidsus Maruli Hutagalung untuk tidak meneruskan kasus ke penuntutan. Maruli saat ini tengah dibidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena menerima Rp 500 juta dari Gubernur Sumut nonaktif Gatot terkait kasus Bansos Sumut sebagaimana terungkap dalam persidangan Tipikor Jakarta.

Maruli hingga saat ini sulit dimintai konfirmasi menyangkut penanganan kasus Jakpro. Telpon maupun SMS yang dikirim wartawan tidak dijawab.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya