Berita

Ini Menteri Jokowi Bermental Preman

MINGGU, 08 NOVEMBER 2015 | 19:41 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Menteri-menteri di Kabinet Kerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) belum memiliki chemistry satu sama lain. Sebab itu, wajar jika antar menteri satu dengan yang lain saling mencurigai.

"Di dalam kabinet belum ada chemistry antar menteri, terjadilah silang pendapat. Antara kementerian itu saling curiga karena belum ada chemistry," ungkap pengamat sosial Universitas Paramadina Herdi Sahrazad dalam diskusi Forum Senator untuk Rakyat (FSuR) bertema 'Antara Gaduh Putih dan Gaduh Hitam di Kabinet Kerja' di resto Dua Nyonya, Cikini, Jakarta, Minggu (8/11).

Tak hanya itu, dengan lantang mantan wartawan tersebut menyentil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dengan julukan mental preman. Sebab, dalam beberapa rapat kabinet, Sudirman tidak menampakkan batang hidungnya.


"Sudirman Said mentang-mentang dekat sama Jusuf Kalla tidak mau datang rapat konstitusi. Mentalnya preman mentang-mentang ada centeng. Kongkalikong menteri yang tidak sejalan dengan Nawacita dan Trisakti itu harusnya disapu besih Jokowi, dia kan pak lurahnya," sindir Herdi.

"Kabinet jangan pernah salah gunakan kearifan rakyat. Agenda Revolusi Mental itu harus dibudayakan dalam kabinet, dan yang bisa mempraktikkan hanya Rizal Ramli," lanjutnya.

Herdi menyayangkan apabila sikap para pembantu Presiden tidak menunjukkan kekompakannya di dalam kabinet.

"(Menteri gaduh hitam) kalau kebijakan publik di buka kebakaran jenggot. Semakin mereka menghantam kasihan itu Jokowi makin kelihatan ketidaksolidannya," ungkapnya. [wah]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

34 Ribu Kendaraan Melintas Padalarang dan Lembang, Mayoritas Roda Dua

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:55

Tinjau Terminal Pulo Gebang, Seskab Teddy Jamin Arus Balik Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:38

Akui Coretax Bermasalah, Purbaya Perpanjang Deadline Lapor SPT hingga Akhir April 2026

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:48

Energi Filipina Masuk Zona Waspada, Presiden Marcos Aktifkan Mode Siaga

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:27

Dugaan Intervensi Politik Bayangi Penanganan Kasus Yaqut di KPK

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:10

Emas Mulai Ditinggalkan, Investor Lirik Bitcoin sebagai Aset Aman

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:06

Mendagri: Sumbar Capai 100 Persen Pemulihan Pascabencana, Sumut-Aceh Belum

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39

Tren Nikah Melonjak Usai Lebaran, Kemenag Pastikan KUA Siaga Meski WFA

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:20

Ledakan Wisatawan Lebaran di Jabar, DPRD Ingatkan Waspada Bencana dan Pungli

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:01

IHSG Menguat ke Level 7.199 di Sesi I Rabu Siang, Ratusan Saham Menghijau

Rabu, 25 Maret 2026 | 12:28

Selengkapnya