Berita

Jusuf Kalla/net

Politik

PKR: Jusuf Kalla Pelihara Gaduh Hitam di Kabinet

MINGGU, 08 NOVEMBER 2015 | 16:28 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Perhimpunan Kedaulatan Rakyat (PKR) menilai banyak menteri di Kabinet Kerja layak untuk diganti, sepanjang satu tahun perjalanan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK).

Sekjen PKR Khalid Zabidi bahkan menilai Wakil Presiden Jusuf Kalla juga sedianya layak dilengserkan. Bila berkaca dari kegaduhan politik yang selama ini mendera pemerintahan.

"Harusnya JK yang dicopot tapi tidak bisa kan. Sebab JK itu memelihara kegaduhan hitam," ujarnya dalam diskusi Forum Senator untuk Rakyat (FSuR) bertema 'Antara Gaduh Putih dan Gaduh Hitam di Kabinet Kerja' yang digelar di restor Dua Nyonya, Cikini, Jakarta (Minggu, 8/11).


Khalid memiliki daftar sendiri menteri-menteri yang perlu diganti oleh Presiden Jokowi dalam reshuffle kabinet jilid dua dalam waktu dekat ini. Seperti Menko PMK Puan Maharani, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menpora Imam Nachrawi, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri KLH Siti Nurbaya, juga Menteri Kesehatan Nila F Moeloek yang Program BPJS yang dijalankannya justru membuat masyarakat berhutang.

"Lukman Hakim (Menteri Agama) dia tidak mau investigasi korban haji, pembakaran rumah-rumah ibadah. Persoalan Syiah, Sunni yang merebak di masyarakat, Hanif Dhakiri (Menteri Ketenagakerjaan), dan Menteri Desa (Marwan Jafar), itu direshuffle. Presiden harus pilih sendiri menterinya jangan mau ada titipan," jelasnya.

Khalid mengatakan menteri-menteri yang kerap menimbulkan gaduh hitam dalam kabinet nyata-nyata kinerjanya tidak pro rakyat. Oleh sebab itu, menteri-menteri yang melakukan gaduh putih patut didukung untuk melawan para pembuat gaduh hitam.

"Gaduh putih itu pro rakyat, gaduh hitam tidak pro rakyat. Menteri yang melawan gaduh putih itu ya tidak pro rakyat," ujarnya.

Dia juga menyampaikan supaya Presiden Jokowi ke depan dapat mereshuffle menteri yang memang tidak kompeten dalam menjalankan tugasnya selama ini.

"Jadi jangan setengah-setengah, jangan menawar-nawar posisi. Memilih menteri yang betul, menteri yang benar," kata Khalid.

Sebab, lanjutnya, rakyat menaruh harapan besar kepada Jokowi.

"Rakyat memiliki harapan kepada Jokowi. Apabila tidak tunggulah pangkal kegaduhannya," tegas Khalid. [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya