Berita

Hukum

KPP Desak Presiden Ajukan Nama Komisioner KY

MINGGU, 08 NOVEMBER 2015 | 16:01 WIB | LAPORAN:

DPR telah menyetujui lima dari tujuh nama calon komisioner Komisi Yudisial yang diajukan panitia seleksi. Dua nama perwakilan dari akademisi ditolak secara aklamasi oleh Komisi III.

Menindaklanjuti penolakan tersebut, Koalisi Pemantau Peradilan (KPP) menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo melalui pansel harus segera mengajukan kembali dua nama kepada DPR.

"Jika ini tidak segera dilakukan nanti akan ada kekosongan jabatan dua komisioner KY. Yang selanjutnya akan berimplikasi pada pelaksanaan wewenang dan tugas KY, serta pengambilan keputusan," ujar peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Miko Susanto Ginting kepada wartawan, Minggu, (8/11).


Menurut Miko, KY dalam hal ini akan menghadapi berbagai permasalahan karena adanya kekosongan jabatan.

"Siapa yang akan mengisi dua jabatan kosong, apakah komisioner sebelumnya atau Plt yang ditunjuk khusus. Kedua, bagaimana pemilihan Ketua KY mengingat terdapat dua komisioner yang berpotensi kehilangan hak untuk memilih dan dipilih. Terakhir, bagaimana pengambilan keputusan di antara komisioner," paparnya

Untuk itu, Koalisi Pemantau Peradilan (KPP) mendesak Presiden segera mengajukan dua nama calon komisioner KY. Mengingat masa jabatan komisioner sekarang akan berakhir di bulan Desember. [wah] 

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya