Berita

ilustrasi/net

Bisnis

Ternyata, Lemahnya Man Power di Kabinet Kerja yang Bikin Ekonomi Anjlok

SABTU, 07 NOVEMBER 2015 | 21:16 WIB | LAPORAN:

Pengamat ekonomi dan pasar modal, Ferry Latuhihin menilai lemahnya kepemimpinan di dalam pemerintahan membuat setiap kebijakan ekonomi yang dikeluarkan belum bisa memperbaiki keadaan.

"Selama satu tahun pemerintahan berjalan dengan janji 35 ribu Megawatt, 5 Watt saja belum selesai, ini bisa dimaklumi karena lemahnya man power di dalam pemerintahan," ungkap Ferry saat debat Ekonomi bertema 'Meneropong Krisis Ekonomi Kita' di Hotel Pulman, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11).

Selain menilai lemahnya kepemimpinan, Managing Director Del Creco Advisory itu juga mengatakan, sejumlah pembantu presiden bidang ekonomi kurang memiliki kompetensi. Dirinya memberikan contoh, Sofyan Djalil yang kurang kapabel menjabat Menteri PPN/Kepala Bappenas.


"Sofyan Djalil latar belakangnya apa bisa jadi kepala Bappenas, Darmin Nasution jadi Menko Perekonomian, ngapain saja dia? Nggak ngeliat ekonomi kita jadi sableng begini. Dia sebagai koordinator apa saja yang sedang dia kerjakan," cetus Ferry.

Menurut dia, pemerintah semestinya bisa mendiagnosa faktor pelemahan ekonomi yang dihadapi Indonesia, bukan malah meluncurkan paket-paket kebijakan ekonomi yang dianggapnya tidak mencairkan masalah.

Ferry menilai permasalahan krusial yang menjadikan Indonesia mengalami pelambatan ekonomi adalah lemahnya produktivitas, infrasturktur serta institusi yang buruk.

"Pemerintah harus fokus dengan apa yang namanya growth driver. Jadi bukan tiap hari bikin paket, ini bukan film silat. Yang harus dilakukan adalah diagnosa, bukan nyebarin duit kedesa-desa. Itu nggak masuk akal. Harus diingat pengeluaran dari pada belanja negara harus meningkatkan produktifitas,"ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Rusnadi Pandjung selaku Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan Kementrian Desa, PDT dan Transmigrasi mengaku saat ini pemerintah telah berusaha memperbaiki kelemahan-kelemahan yang diungkapkan oleh Ferry.

Hal tersebut tertuang dalam reorientasi ekonomi Indonesia, dengan menekankan pada pemerataan pembangunan ekonomi yang tercatat dalam program Nawa Cita Joko Widodo.

"Itu yang mau kita perbaiki, kalau yang lemah-lemah itu tidak diperbaiki maka kapan bisa memperbaiki negara ini," tutup Rusnadi. [sam]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

UPDATE

Parlemen dan Pemerintah Sepakat Lanjutkan Pembahasan RUU Daerah Kepulauan

Kamis, 25 Juni 2026 | 18:09

Caddy Diduga Dianiaya di Lapangan Golf Tangerang, Polisi Diminta Turun Tangan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:38

Menkes: AI Tak Bisa Gantikan Sentuhan Dokter kepada Pasien

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:29

TNI Turun ke Sawah, DPR: Bukan Dwifungsi tapi Optimalisasi

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:17

RI Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:15

Trump Sebut Erdogan Nyaris Seret Turki ke Perang Iran

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:09

Indonesia Masih Jadi Destinasi Investasi Menjanjikan di Kawasan

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:04

Peran Bos Maktour Travel Fuad Hasan Dikuliti KPK, Bakal Tersangka?

Kamis, 25 Juni 2026 | 17:00

Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana di PN Jaktim 2 Juli

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:50

JMSI Desak Pengembalian Akun IG Hensa yang Hilang Usai Kritik MBG

Kamis, 25 Juni 2026 | 16:46

Selengkapnya