Berita

Tak Ingin Terjerat, Menkes Minta Penjelasan Tentang Sistem Gratifikasi Ke KPK

JUMAT, 06 NOVEMBER 2015 | 18:38 WIB | LAPORAN: FEBIYANA

Menteri Kesehatan, Nila Moeloek menemui pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dia ingin meminta penjelasan mengenai pembangunan sistem pencegahan gratifikasi di kementerian yang ia pimpin tersebut.

"‎Ada Permenkes yang mengatur gratifikasi. Tapi tertera pegawai Kemenkes yang PNS. Saya ke sini karena tentu itu tidak merata. Seharusnya keseluruhan bahwa kami kaitkan dengan IDI. Sebenarnya tentu gratifikasi harus kita atur. Makanya saya ingin penjelasan KPK apa itu gratifikasi, sampai batas mana," kata Menkes di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (6/11).


Selain itu, Nila juga menyadari bahwa beberapa Menteri Kesehatan sebelumnya banyak yang terjerat kasus korupsi. Oleh sebab itu, pembangunan sistem gratifikasi menjadi hal penting baginya.

"Betul, saya kira waktunya ini diperbaiki. Mari kita sekarang kita perbaiki termasuk hal-hal yang dikaitkan dengan dunia kesehatan. Makanya kita tahu dulu apa itu gratifikasi, kemudian akan kita uraikan lagi tata aturannya. Dan siapa saja berlakukannya, ke seluruhnya akan kita berlakukan‎," tambahnya.

Sementara itu, Plt Pimpinan KPK, Johan Budi menegaskan sudah sewajarnya lembaga kementerian memiliki sistem pencegahan gratifikasi. Terlebih, Kemenkes yang juga membawahi banyak tenaga kesehatan cukup rawan potensi gratifikasinya.

"‎Tadi saya diskusi dengan pimpinan, Bu Nila bicara berkaitan membangun sistem bagaimana pelaporan gratifikasi," demikian Johan. [zul]

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

UPDATE

34 Ribu Kendaraan Melintas Padalarang dan Lembang, Mayoritas Roda Dua

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:55

Tinjau Terminal Pulo Gebang, Seskab Teddy Jamin Arus Balik Lancar

Rabu, 25 Maret 2026 | 15:38

Akui Coretax Bermasalah, Purbaya Perpanjang Deadline Lapor SPT hingga Akhir April 2026

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:48

Energi Filipina Masuk Zona Waspada, Presiden Marcos Aktifkan Mode Siaga

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:27

Dugaan Intervensi Politik Bayangi Penanganan Kasus Yaqut di KPK

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:10

Emas Mulai Ditinggalkan, Investor Lirik Bitcoin sebagai Aset Aman

Rabu, 25 Maret 2026 | 14:06

Mendagri: Sumbar Capai 100 Persen Pemulihan Pascabencana, Sumut-Aceh Belum

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:39

Tren Nikah Melonjak Usai Lebaran, Kemenag Pastikan KUA Siaga Meski WFA

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:20

Ledakan Wisatawan Lebaran di Jabar, DPRD Ingatkan Waspada Bencana dan Pungli

Rabu, 25 Maret 2026 | 13:01

IHSG Menguat ke Level 7.199 di Sesi I Rabu Siang, Ratusan Saham Menghijau

Rabu, 25 Maret 2026 | 12:28

Selengkapnya