Berita

hm prasetyo/net

Hukum

Jaksa Malut Ancam Mundur Bukti Kegagalan HM Prasetyo

KAMIS, 05 NOVEMBER 2015 | 16:01 WIB | LAPORAN:

Pucuk pimpinan Kejaksaan Negeri di wilayah Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (Malut) mengancam akan mengundurkan diri dari jabatan jaksa struktural. Pengunduran diri ditengarai lantaran pimpinan Kejati kerap membuat kebijakan di luar prosedur standar (SOP) dan bertindak sewenang-wenang.

Pengamat politik Ray Rangkuti menilai, para jaksa tersebut seharusnya melaporkan pimpinannya ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) terlebih dulu.

"Jadi sebelum memutuskan mundur bisa melapor ke Komisi III DPR dan kirim surat ke Presiden Jokowi. Kenapa tidak ke Jaksa Agung, ya karena pimpinan Kejaksaan Tinggi itu selalu mendapat perintah langsung dari Jaksa Agung, jadi sebaiknya cari tempat penampung aspirasi yang netral," jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/11).


Menurut Ray, ancaman mundur tersebut menjadi contoh kecil bentuk kegagalan pemimpin di Korps Adhyaksa.‎

"Mereka yang berniat mundur menjadi jaksa fungsional pastinya memiliki alasan utama. Kalau satu dua orang saja pasti dimaklumi, lah ini tingkat asisten atau kepala Kejaksaan Negeri berniat mundur menjadi bukti kepemimpinan di kejaksaan sudah gagal," terangnya.

Dia menambahkan, Jaksa Agung HM. Prasetyo ‎seharusnya bisa memfasilitasi kemauan dan aspirasi para jaksa di daerah. Jangan hanya mementingkan kemauan jaksa yang ada di pusat. Presiden Jokowi juga diminta dapat melakukan blusukan untuk melihat permasalahan sebenarnya jaksa di daerah.

"Saya rasa kepemimpinan Jaksa Agung HM Prasetyo sekarang ini telah gagal total. Seperti yang sering saya katakan, Prasetyo sudah saatnya di-reshuffle, namun entah apa yang ditunggu Presiden sehingga selalu tertunda. Apa menunggu para jaksa di seluruh Indonesia mengundurkan diri dan mengalami demoralisasi," tandas Ray yang juga direktur eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima).

Pengamat komunikasi politik Universitas Pelita Harapan‎ Emrus Sihombing juga mengapresiasi apa yang dilakukan jaksa-jaksa di Maluku Utara.

"Niat mundur mereka karena gaya kepemimpinan tidak sesuai SOP itu patut diapresiasi dan didorong. Karena sudah melakukan revolusi mental yang diperintahkan Presiden Joko Widodo," katanya.

Emrus berpendapat, dalam teori organisasi, ketika pemimpin sudah tidak mengindahkan SOP dan sewenang-wenang maka sudah sepantasnya bawahan melakukan protes.

"Jaksa-jaksa seperti inilah yang dibutuhkan di Indonesia, mereka tidak menganut ilmu jilatologi alias penjilat yang selalu melakukan apapun perintah atasan. Mereka harus laporkan keluhannya tersebut langsung saja ke Presiden dan DPR," jelasnya.

Lebih jauh, tambah Emrus, dengan begitu legitimasi yang diberikan kepada Jaksa Agung HM Prasetyo legitimasi untuk mengimplementasikan Nawacita dan Trisaksi di tubuh kejaksaan tidak berjalan dengan baik.

"Melihat kejadian ini saya kira legitimasi tersebut harus dicabut Presiden Jokowi. Karena Jaksa Agung sudah gagal menjadi pimpinan," tukasnya. [wah]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya