Berita

Irvan Hamdani Hasibuan/net

Hukum

Apakah 'Nyanyian' Lima Anggota DPRD Sumut Akan Semerdu Suara Gatot?

KAMIS, 05 NOVEMBER 2015 | 01:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. 'Nyayian yang dilagukan' Gubernur Sumatera Utara (Sumut) nonaktif Gatot Pujo Nugroho kepada penyidik Komisi Pembenrantasan Korupsi (KPK) terbukti merdu. Tersangka yang pertama dijerat dalam kasus penyuapan hakim PTUN Medan itu 'berhasil' menyeret pentolan Partai Nasdem Patrice Rio Capella dan lima sekaligus anggota DPRD Sumut periode 2009-2014.

"KPK patut disupport karena terus membongkar kejahatan korupsi di Sumut," kata Ketua Divisi Advokasi dan Data Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Sumut, Irvan Hamdani Hasibuan kepada redaksi, Kamis (5/11).

Irvan juga mengapresiasi KPK karena lembaga antirasuah itu telah mengumumkan tidak akan berhenti kepada lima anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.


"Artinya, akan ada pengembangan ke pihak-pihak lain," sebut Irvan.

Jelas dia, sekarang patut ditunggu apakah 'nyanyian' kelima anggota DPRD Sumut periode lalu itu akan semerdu suara Gatot.

Irvan yakin, kalau kelima anggota DPRD itu blak-blakan ke penyidik KPK, maka bakal banyak lagi pihak-pihak yang akan terseret.

"Seperti yang dikatakan Plt Pimpinan KPK Indriyanto Seno Adji, kasus ini banyak sekali dan masif, baik dilihat dari jumlah pelaku dan jumlah dana," tukas Irvan menutup komentarnya.

Selasa (3/11) lalu, KPK menetapkan Gatot Pujo Nugroho dan lima anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 sebagai tersangka dalam kasus pembahasan APBD Sumut dan penggunaan hak interpelasi. Kelima anggota DPRD itu adalah: SB (Saleh Bangun) selaku Ketua DPRD, CHR (Chaidir Ritonga) selaku Wakil Ketua DPRD, AJS (Ajib Shah) selaku Anggota DPRD/Ketua Fraksi Golkar,  KH (Kamaludin Harahap) selaku Wakil Ketua DPRD, SPA (Sigit Pramono Asri) selaku Wakil Ketua DPRD. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya