Berita

Indriyanto Seno Adji/net

Hukum

KPK Terus Kembangkan Kasus Suap DPRD Sumut

RABU, 04 NOVEMBER 2015 | 04:52 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menutup rapat detail kasus pemberian suap oleh Gubernur Sumatera Utara nonaktif Gatot Pujo Nugroho kepada sejumlah anggota DPRD periode 2004-2009. Bahkan sekadar mengungkapkan nilai suap saja, para pimpinan komisi antirasuah enggan.

"Ini banyak sekali (suapnya) dan masif, dilihat dari jumlah pelaku, jumlah dana, jadi kalau detail sekali belum bisa diungkapkan," kata Plt Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji dalam jumpa pers, Selasa (3/11).

Indriyanto tak mengada-ada, skala kasus anyar ini memang cukup masif. Gatot diduga memberi suap berkali-kali kepada anggota DPRD terkait sejumlah kegiatan dengan rentang waktu sejak tahun 2012 sampai 2014.


Belum lagi jika dilihat status para tersangka kasus ini yang mencakup gubernur, empat pimpinan DPRD periode lalu plus ketua DPRD saat ini. Bahkan menurut Indriyanto masih ada pihak-pihak lain yang berpotensi dijerat sebagai tersangka.

"Kemungkinan ada pihak lain. Proses penyidikan sedang berkembang," ujar pakar hukum pidana ini. (Baca: KPK Tetapkan Enam Tersangka Suap DPRD Sumut)

Dilansir dari JPNN, hal senada juga diungkapkan Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi Sapto Prabowo. Menurutnya, detail perkara Gatot ini lebih baik dipaparkan nanti di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor.

"KPK tidak menyatakan berapa nilai, angka, soal berapa uang yang diterima atau diberikan, lebih baik dipaparkan di pengadilan, sementara disampaikan apa yang dilakukan dalam proses penyelidkkan ditemukan dua alat bukti yang cukup," ucapnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya