Berita

ilustrasi/net

Ribuan Umat Buddha Akan Banjiri Perayaan Kathina Di Jakarta

RABU, 04 NOVEMBER 2015 | 02:10 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Ribuan Umat Buddha direncanakan menghadiri perayaan Kathina Bersama 2015 di Arena Jakarta Fair Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (8/11) mendatang. Kegiatan ini diharapkan memberi makna yang lebih mendalam bagi umat Buddha dan seluruh masyarakat Indonesia.

"Kami mengharapkan kedatangan umat Buddha untuk dapat ikut memanfaatkan sebaik baiknya momen istimewa ini. Hal ini merupakan kesempatan emas bagi umat  karena kegiatan Kathina yang dilaksanakan bersifat nasional," kata Bhante Pabakaro, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/11).

Dijelaskan Bhante Pabakaro, kegiatan ini akan dihadiri lebih dari 88 Bhikkhu Sangha. Prosesinya meliputi, Pindapata Massal, Fangsen, dan perayaan Kathina Bersama.


"Seluruh hasil pindapatta dan Kathina Bersama yang terkumpul akan diberikan untuk vihara-vihara di daerah yang membutuhkan," jelasnya.

Dia berharap, umat Buddha di tanah air ikut serta merayakan momen yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Buddha di seluruh dunia, bahkan dianggap sebagai bulan yang penuh dengan berkah karena selama satu bulan penuh umat Buddha memiliki kesempatan untuk bertemu dengan para samana (petapa) atau para bhikkhu untuk belajar kebenaran (Dharma).

Mereka juga berkesempatan untuk berdana empat kebutuhan pokok seorang samana (anggota Sangha) yang diyakini merupakan ladang subur untuk menanam jasa kebajikan.

Dikatakannya, Kathina adalah bulan dimana anggota Sangha selama tiga bulan masa vassa tidak melakukan perjalanan dan menetap di vihara akan kembali melakukan perjalanan. Masa vassa adalah masa musim penghujan, dimana banyak sekali binatang-binatang/serangga yang keluar pada masa itu dan para petani juga memasuki musim bertanam.

"Agar serangga dan sawah petani tidak terinjak oleh para samana, maka Sang Buddha mewajibkan para bhikkhu untuk tidak ke mana-mana selama tiga bulan sekaligus untuk membina diri, belajar Dharma, meditasi di vihara," tandasnya. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya