Berita

Dunia

Dubes Pakistan: Jokowi Berada di Jalur yang Benar

SELASA, 03 NOVEMBER 2015 | 16:50 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Duta Besar (Dubes) Republik Islam Pakistan untuk indonesia, Muhammad Aqil Nadem, menyebut Presiden Joko Widodo sudah berjalan di arah yang benar dalam memimpin Indonesia, terutama dalam hal pembangunan ekonomi.

Hal itu ditegaskan sang Dubes ketika berkunjung ke kantor redaksi Rakyat Merdeka Group di Graha Pena, Jakarta, Selasa (3/11). Awalnya, Dubes yang baru bertugas 3 bulan di Jakarta ini menyebut kepemimpinan Jokowi sebagai hasil dari demokrasi yang patut dihormati.

"Tiga sampai empat tahun lalu mungkin dia bukan siapa-siapa, tidak ada yang mengenalnya. Dia adalah bukti bahwa kalau kita bekerja keras maka kita bisa jadi presiden, siapapun kita," ujar Nadem yang mengaku kurang fasih berbahasa Indonesia.


Ia mengatakan, siapapun presiden Indonesia saat ini akan menghadapi persoalan yang sama, yaitu masalah ekonomi yang rumit.

"Dan saya pikir dia (Jokowi) berada di jalur yang benar," tegas Dubes yang pernah dua kali ditempatkan di Jakarta dalam misi diplomatik ini.

Ia optimis Indonesia akan lolos dari permasalahan ekonomi yang membelitnya karena negeri ini memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa untuk dijadikan modal dasar memperbaiki perekonomian yang lesu.

"Sumber daya alam yang luar biasa memperbesar kemungkinan ekonomi akan membaik," katanya.

Ketika ditanya pandangan personalnya mengenai sosok Jokowi, Nadem menyebut Jokowi sebagai sosok yang sangat rendah hati. Sifat Jokowi yang satu itu menimbulkan kekaguman dirinya kepada sang presiden. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya