Berita

ilustrasi/net

Megaproyek DPR Akan Transparan Sejak proses Lelang Tender

SELASA, 03 NOVEMBER 2015 | 11:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Pencairan dana pembangunan megaproyek gedung DPR yang ditargetkan menelan dana sebesar Rp 740‎ miliar sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah, bukan DPR.

Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mengatakan bahwa anggaran tersebut saat ini masih dalam proses pembahasan di Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR.

"Anggaran gedung memang ada di APBN 2016 dan ini sudah dibahas di BURT dan kementerian terkait, dan anggaran ini  yang jelas Rp 740 miliar. Ini yang melaksanakan bukan DPR, tapi pemerintah," ujarnya saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (3/11).


‎Lebih lanjut, politisi Demokrat itu memastikan bahwa proses pembangunan megaproyek gedung DPR ini akan dilakukan secara transparan. Transparansi ini, lanjutnya, bahkan akan dimulai sejak proses lelang tender dilaksanakan.

"Akan dilakukan secara transparan, mulai dari pelaksanaan sayembara dan tendernya," tandasnya. [ysa]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya