Berita

Hukum

Ayo KPK, Tuntaskan Kasus-kasus Besar

SELASA, 03 NOVEMBER 2015 | 03:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Massa aksi dari Koalisi Masyarakat Pemantau Korupsi menggelar demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) di Jalan HR. Rasuna Said Kuningan, Jakarta, Selatan (Selasa, 2/11).
 
Puluhan pendemo itu menuntut KPK untuk menuntaskan kasus-kasus besar merugikan keuangan negara yang masih mangkrak di KPK. Seperti mengungkap kasus skandal korupsi Bank Century dan Hambalang.
 
"Kami mendesak KPK mengusut tuntas kasus korupsi Century dan kasus Hambalang, periksa SBY dan Ibas," ujar Koordinator Aksi, Herry Poer dalam orasinya.


Selain dua kasus itu, mereka juga minta lembaga antirasuah untuk mengusut tuntas kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).
 
Herry mengatakan, di Indonesia pemberantasan korupsi menjadi salah satu isu dan topik yang paling menyita perhatian publik. Pemberitaan mengenai masalah korupsi ini mendapatkan porsi terbesar dalam liputan berbagai media. Lembaga-lembaga monitoring dan pengawas korupsi pun tumbuh bak cendawan di musim hujan.
 
"Hasilnya, tak terhitung sudah jumlah orang dan tokoh mulai dari selebriti dan pejabat publik yang terjerat, ditindak dan terstigmatisasi negatif terkait dengan kasus korupsi. Tak sedikit lembaga yang menyandang predikat 'sarang korupsi' mulai dari daerah hingga pusat, dari kementerian hingga partai politik," ungkapnya.
 
Namun yang menjadi pertanyaan besar adalah, di tengah gegap gempita penindakan korupsi, fakta yang mengemuka korupsi tidak menjadi kian surut. Indonesia tetap saja tercatat sebagai negara dengan tingkat korupsi yang tinggi dan integritas penyelenggara publik yang lemah di dunia.
 
"Sedikit banyak, fenomena ini telah mencoreng wajah pemberantasan korupsi, dan menjadi bukti bahwa pemberantasan korupsi belumlah diselenggarakan secara seksama dan sistemik," tegas Herry.
 
Bahkan, tidak sedikit kalangan yang berpendapat bahwa agenda pemberantasan korupsi terjebak dalam situasi 'tebang pilih' atau malah terpolitisasi untuk vested interest tertentu. Herry menambahkan, pemberantasan korupsi membutuhkan kredibilitas di mata semua pihak untuk membuktikan bahwa pemberantasan korupsi sungguh diselenggarakan secara serius, objektif dan akuntabel.
 
Dalam aksinya, Koalisi Masyarakat Pemantau Korupsi juga mendesak KPK untuk mengambil alih (supervisi) penuntasan dugaan kasus korupsi restitusi pajak Mobile-8 Telecom dari Kejaksaan Agung dan kasus-kasus korupsi kepala daerah yang merugikan keuangan negara puluhan miliar rupiah.
 
"Atas dasar tersebut, kami dari Koalisi Masyarakat Pemantau Korupsi menggelar aksi keprihatinan bersama untuk mempertanyakan keberlanjutan dan nasib mangkraknya sejumlah kasus korupsi besar yang ditangani oleh KPK," tukas Herry dalam keterangannya. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya