Berita

Hukum

Surya Paloh Terkesan Menuding KPK Bermain dengan Hukum!

SENIN, 02 NOVEMBER 2015 | 17:10 WIB | LAPORAN:

‎RMOL. "Aparat penegak hukum jangan pernah bermain-main dengan hukum itu sendiri. Jika sampai terjadi demikian, Partai Nasdem akan menunjukan kemarahannya kepada siapapun pihak yang mencoba bermain-main dengan hukum".

‎Begitu penggalan pidato yang disampaikan berapi-api oleh Ketum NasDem, Surya Paloh dalam konsolidasi ‎kader partainya di Jawa Timur, akhir pekan lalu. Pidato tersebut juga ramai diberitakan di berbagai media.

‎Ba‎gi Sekjen Gerakan Muda Nusantara, Rahman Wenno, ‎pidato yang disampaikan dengan nada marah tersebut terkesan menuding bahwa penegak hukum, dalam hal ini KPK telah bermain-main dengan hukum. Adapun KPK belum lama ini menetapkan Patrice Rio Capella sebagai tersangka kasus gratifikasi terkait penanganan korupsi Bansos di Kejagung. Saat ditetapkan, Rio masih menjabat Sekjen NasDem.


‎Padahal, masih kata Rahman, publik pasti mengerti bahwa penetapan tersangka oleh KPK itu murni proses hukum.‎ KPK juga masih diyakini bekerja secara tepat dan dalam rangka mencari pihak-pihak yang terlibat dalam perkara Gubernur Sumatera Utara.‎

"Mantan Sekjen Partai Nasdem, Patrice Rio Capela dijerat oleh KPK karena menerima suap dari gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho berdasarkan pengembangan penyidikan kasus suap hakim PTUN Medan yang dilakukan oleh OC. Kaligis, kasus itu adalah murni permasalahan hukum bukan persoalan politik," tegas dia dalam surat elektronik yang dikirim ke redaksi, Senin (2/11).

‎Rahman melanjutkan, kata-kata Paloh yang bilang "‎kami punya batas kesabaran" juga menunjukan bahwa dia antikritik.‎

"Kami berpandangan bahwa Surya Paloh terkesan kurang legowo atas apa yang menimpa kader partainya tersebut," tegas dia.

‎Karenanya, menurut Rahman, seharusnya‎ Surya Paloh dewasa dan gentelmen dalam menghadapi kasus tersebut, bukan menuding apalagi marah kepada aparat penegak hukum. Itu justru akan mengesankan Paloh arogan.

‎"Kenapa harus marah dan menuduh ada politisasi, sementara masyarakat tahu bahwa Surya Paloh adalah tokoh senior media yang menjunjung kebebasan menyampaikan informasi. Jangan munculkan kesan yang berkebalikan antara ucapan dan perbuatan," tandas Rahman. [sam]‎

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya