Berita

Colin Barnett: Indonesia Mitra Dagang Utama Australia Barat

SENIN, 02 NOVEMBER 2015 | 12:14 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Australia Barat dan Indonesia telah menjalin kemitraan untuk jangka waktu yang lama, diawali dengan pembukaan kantor perdagangan dan investasinya yang pertama di Surabaya pada 1992.

"Indonesia telah menjadi mitra dagang yang utama bagi Australia Barat, namun masih ada ruang untuk bertumbuh di aneka bidang seiring dengan hubungan kita yang terus berkembang," kata Perdana Menteri dan Menteri Pembangunan Negara Bagian Australia Barat, Colin Barnett, beberapa saat lalu (Senin, 2/11).

Barnett berada di Jakarta. Kedatangan ke Jakarta untuk melakukan kunjungan yang difokuskan pada peningkatan hubungan pertanian, pendidikan, pariwisata, energi dan sumber daya Australia Barat dengan tetangga terdekatnya.


Ekspor Australia Barat ke Indonesia mencapai 1,6 miliar dolar Australia pada 2014-15, dan didominasi oleh hasil pertanian seperti gandum dan ternak hidup.

"Di Jakarta saya akan menyelenggarakan sejumlah pertemuan meja bundar dengan perusahaan-perusahaan besar Australia dan Indonesia di berbagai bidang yang memiliki potensi bilateral," ujar Perdana Menteri Australia Barat.

Pertemuan meja bundar pertanian-pangan akan dihadiri oleh para perwakilan dari perusahaan-perusahaan Indonesia dan Australia Barat seperti Indofood dan CBH, sementara maskapai penerbangan, agen perjalanan dan penyelenggara pelatihan akan menghadiri pertemuan yang difokuskan pada pariwisata dan pendidikan.

Pertemuan serupa akan diselenggarakan dengan sektor-sektor sumber daya dan jasa.

"Australia Barat mempunyai banyak tawaran kepada kelas menengah yang sedang berkembang di Indonesia dalam hal pangan kelas-dunia, pendidikan yang bermutu, tujuan wisata yang sangat menarik," demikian Barnett. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya