Berita

net

Hukum

GMNI Cium Dugaan Korupsi Pajak di PTPN III

SENIN, 02 NOVEMBER 2015 | 00:22 WIB | LAPORAN:

Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Medan menengarai dugaan korupsi di PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III yang berpotensi merugikan negara sebesar Rp 173 miliar dari sektor pajak.

Mahasiswa meminta Komisi Pemberantasan Korupsi dan aparat hukum mengusut tuntas dugaan korupsi tersebut. Serta menilai Presiden Joko Widodo layak mencopot Menteri BUMN dan Direktur PTPN III, juga perusahaan lain yang tidak membayar pajak.

"Sebagai organisasi sosial kontrol yang anti pada kebijakan tidak pro rakyat maka kami mengecam kebijakan pemerintah yang tidak cermat dalam mewujudkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi, kelompok dan golongan. Manakala diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat seperti korupsi yang sedang melanda negeri ini," ujar aktivis GMNI Kota Medan Lorenza Sianturi dalam keterangannya kepada redaksi, Minggu malam (1/11).


Dia menjelaskan, sistem perpajakan di Indonesia dalam penerapannya sering dijadikan arena korupsi. Baik oleh wajib pajak maupun pihak perpajakan itu sendiri. Karenanya, segala sesuatu yang berhubungan dengan pendapatan negara wajib dilakukan pemantauan aktif, demi menghindari terjadinya praktik korupsi serta pelanggaran hukum dan undang undang. Termasuk Perpajakan yang akan berakibat langsung terhadap kerugian negara.

"Bahwa PTPN III sebagai pihak yang memangku kewajiban pajak yang berpotensi positif sebagai sumber pendapatan negara. Kesalahan dan hal lain yang dalam laporan pajak dapat dikategorikan sebagai tindak pidana yang perlu tindakan hukum dan sanksi," beber Lorenza.

Sedangkan, Wakil Ketua KNPI Sumatera Utara Turedo Sitindaon menambahkan bahwa indikasi korupsi yang disuarakan oleh GMNI Kota Medan pada PTPN III dapat segera direkomendasikan kepada KPK. Dia juga meminta pemerintah pusat betul-betul melakukan pengawasan pada BUMN tersebut.

"Mafia pajak maupun kroni-kroni yang dengan sengaja melakukan korupsi di PTPN III harus diberantas. Perekonomian Indonesia semakin terpuruk karena banyaknya perusahan yang tidak membayar pajak, sehingga cita-cita untuk kesejahteraan masyarakat tidak tercapai," tegas Turedo.

Adapun, GMNI Kota Medan menduga banyak kesalahan koreksi pajak sebagaimana temuan Laporan Hasil Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu oleh Badan Pemeriksa Keuangan dalam Pemeriksaan Atas Kepatuhan Kewajiban Perpajakan Tahun Pajak 2011 Pada PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Nomor: 68/LHP/XV/12/2012 tanggal 28 Desember 2012, Laporan Keuangan PTPN III tahun 2012, Laporan keuangan PTPN III tahun 2013, Laporan Keuangan PTPN III tahun 2014, dan Laporan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI tanggal 15-17 Februari 2015 yang mengakibatkan kerugian negara.

Serta perlunya diadakan koreksi ulang dan pemeriksaan pembukuan dari mulai unit usaha, distrik sampai pusat guna mengetahui kebenaran pembukuan untuk wajib pajak yang berpengaruh langsung terhadap penerimaan negara. [wah]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya