Berita

Menteri Puan: Pemerintah Tingkatkan Efektifitas Penanganan Dampak Asap

MINGGU, 01 NOVEMBER 2015 | 13:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemerintah akan melakukan penguatan-penguatan atas temuan di lapangan khususnya terkait dengan pelayanan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial. ‎Setelah itu akan dilakukan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas penanganan dampak asap bagi masyarakat.

‎Demikian disampaikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, merangkum perjalanan panjang bersama Presiden Jokowi dan rombongan ke Sumatera dan Kalimantan (Minggu, 1/11). ‎Puan menjelaskan bahwa Menko PMK akan mengorganisir dan mengintegrasikan Kementerian dan Lembaga terkait agar merespons warga yang terdampak asap.‎ 

‎"Menko PMK telah mengintruksikan secara langsung kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kemendikbud, Kemenkes, dan Kemensos agar segera mengambil tindakan cepat untuk menangani bencana asap dan dampaknya bagi warga sejak kasus asap ini mulai terjadi tiga bulan yang lalu," jelas Puan. 

‎Menurut Puan, sesuai UU Penanggulangan Bencana, di masa tanggap darurat BNPB adalah leading sektornya, sehingga integrasi di lapangan dilakukan oleh BNPB. Namin Puan juga menegaskan akan terus mengikuti dan memonitor perkembangan yang terjadi setiap saat di lapangan. 

‎"‎Menko PMK akan terus memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat terdampak berjalan efektif. Untuk memastikan hal tersebut, Menko PMK akan melakukan monitoring lapangan secara terjadwal yang disesuaikan dengan kondisi lapangan," ungkap Puan.‎ 

‎Puan juga menginstruksikan agar pemberian bantuan untuk korban dan masyarakat terdampak kabut asap dilakukan secara maksimal‎. 

‎Puan juga menambahkan, sedianya ia sudah jauh-jauh hari menjadwalkan kunjungan ke lokasi kabut asap. Namun agenda itu bersamaan dengan tugas lain dari Presiden Jokowi, termasuk saat harus ikut mendampingi dalam kunjungan kenegaraan bertemu Presiden Amerika Serikat Barrack Obama, pekan lalu. 

‎‎Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, kata Puan, memiliki komitmen tinggi untuk menanggulangi kebakaran, terutama menangani dampak bencana asap yang dialami masyarakat. ‎"Seluruh menteri dan lembaga terkait akan bekerja keras untuk menangani masyarakat yang terdampak asap," pungkas Puan.

Kemarin, Menko PMK mendampingi Presiden Jokowi meninjau 'sekolah aman asap', yakni SD 8 Pahandut Kota Palangkaraya. Setelah dari sekolah itu, Jokowi dan rombongan langsung meninjau lokasi lahan gambut yang terbakar, yakni di Kecamatan Tumbang Nusa Kabupaten Pulang Pisau, Palangkaraya. Di lokasi ini sedang dilakukan proses pembuatan kanal bersekat. Jokowi ingin semua lahan gambut yang rawan terbakar di setiap provinsi dibikin kanal bersekat. 

Sebelumnya, Puan selama dua hari berturut-turut berkunjung ke Sumatera Selatan dan pedalaman Jambi untuk mendampingi Presiden Jokowi -sapaan Joko Widodo- menyerahkan bantuan ke masyarakat korban kabut asap.

‎Antara lain, pada Kamis (29/10), bersama Jokowi, Puan ‎mengecek fasilitas kesehatan korban asap di RSUD Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Jumat (30/10), Puan menemani Jokowi. menemui warga Suku Anak Dalam di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Sarolangun, Jambi.‎[ysa]‎

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya