Berita

fadli nasution/net

Hukum

Apa yang Salah dalam Pemberantasan Korupsi di Indonesia?

MINGGU, 01 NOVEMBER 2015 | 11:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Korupsi masih menjadi momok menakutkan di Indonesia. Pemberantasan korupsi di era pemerintahan Jokowi-JK belum menunjukkan trend positif. Bahkan antar lembaga penegak hukum saling 'bertikai' demi kepentingan masing-masing.

"Pemberantasan korupsi pun terabaikan. Padahal media terus menyoroti hal ini," kata Ketua Perhimpunan Magister Hukum Indonesia (PMHI), Fadli Nasution kepada redaksi di Jakarta, Minggu (1/11).
 
Menurutnya, tidak sedikit lembaga yang menyandang predikat 'sarang korupsi', mulai dari daerah hingga pusat, dari kementerian hingga partai politik.


"Indonesia tetap saja tercatat sebagai negara dengan tingkat korupsi yang tinggi dan integritas penyelenggara publik yang lemah di dunia. Sedikit banyak, fenomena ini telah mencoreng wajah pemberantasan korupsi, dan menjadi bukti bahwa pemberantasan korupsi belumlah diselenggarakan secara seksama dan sistemik," ungkapnya.

Fadli menjelaskan dalam kerangka sistem, pemberantasan korupsi bukanlah hal yang berdiri sendiri. Sejumlah aspek dan dimensi sangat terkait dengan hal tersebut, mulai dari aspek hukum hingga tata kelola kelembagaan.

"Apa yang salah dalam pemberantasan korupsi di Indonesia? Kalau oknum pejabatnya yang diberi kewenangan besar tapi tidak berintegritas. Maka 10 capim KPK yang ada sekarang ini perlu ditinjau ulang," ucapnya.

Tambah dia, jika sistemnya yang keliru karena diskriminatif dan tumpang tindih, maka revisi UU KPK dan UU Tipikor pun menjadi suatu keniscayaan.

"Kalau dikasih jaring yang besar, maka tangkaplah ikan yang besar pula. Kalau cuma dapatnya ikan teri, apa bisa disebut berhasil,” tutup Fadli. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya