Komite Olimpiade Indonesia (KOI) akhirnya memiliki Ketua Umum baru. Erick Thohir memimpin organisasi itu untuk periode 2015-2019 setelah memenangi Kongres di Jakarta, Minggu pagi (1/11).
Pengesahan dilakukan setelah mantan Wakil Ketua Umum KOI tersebut unggul atas pesaingnya sesama calon ketua umum, yakni Sekertaris Jenderal (Sekjen) KONI, EF Hamidy, dalam bursa pemilihan pucuk pemimpin badan olimpiade di Indonesia.
"Dengan ini menyatakan saudara Erick Thohir sah menjadi Ketua Umum KOI untuk periode 2015 sampai dengan 2019," ujar Pemimpin Sidang Pleno Akhir dalam Kongres KOI, Junaidi Ishak.
Keputusan dari majelis pleno disetujui seluruh peserta Kongres KOI tanpa adanya interupsi soal hasil pemilihan. Hasil pemilihan terbuka yang dilakukan pada Minggu (1/11) dini hari tercatat, Erick punya selisih tujuh suara lebih unggul ketimbang Hamidy.
Bos Mahaka Group tersebut meraup dukungan sebanyak 59 suara anggota KOI, dengan rincian 28 suara dari anggota biasa, dan tiga suara dari anggota luar biasa. Sedangkan Hamidy, cuma didukung sebanyak 46 suara, dengan rincian 19 suara anggota biasa dan delapan suara anggota luar biasa.
Aturan penghitungan suara pemilihan ketua umum KOI, berlaku rumus kali dua untuk suara dari anggota biasa. Sedangkan untuk suara anggota luar biasa tetap terhitung satu suara. Dengan hasil pemilihan tersebut, regenerasi kepengurusan KOI resmi beralih. Selama dua periode, Rita Subowo tercatat sebagai ketua umum terlama. Akan tetapi, desakan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga (AD/ART) membuat Rita tak boleh menjadi incumbent dalam kongres kali ini.
Berikut Struktur Kepengurusan KOI Masa Bakti 2015-2019:
Ketua umum: Erick Thohir
Wakil ketua umum: Muddai Madang
Sekretaris jenderal: Doddy Iswandi
Wakil sekretaris: Dasril Anwar
Bendahara: Anjas Rifai
Wakil bendahara: Adinda Juanita
Komisi sport and law: Helen Sharita Delima
Komisi sport development: Harry Warga Negara
Komisi finance and budgeting : Syahrir Nawier
‎Komisi athlete: Krisna Bayu
Komisi women and sport: Johanna Sri Ambarwati
Komisi olympic solidarity : Indra Gumulya
Komisi sport medical: Leane Suniar
Komisi sport for all: Bambang Rus Effendi
‎Komisi olympic education and culture: Nur Ali
Komisi sport and environment: ‎Raja P. Pane.
[dem]