Berita

tom lembong

Bisnis

Dari San Fransisco, Tom Lembong Kecam Penyebar Rumor Razia Pedagang

Sebar Nomor HP Buat Pengaduan
JUMAT, 30 OKTOBER 2015 | 15:56 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Menteri Perdagangan, Thomas Lembong, mengecam penyebar rumor razia atau sweeping pedagang kecil dan menengah yang akan dilakukan oleh Kepolisian, Kementerian Perdagangan, Direktorat Jenderal Pajak, dan lembaga pemerintah lainnya ke sentra-sentra pedagang.

Mendag yang akrab disapa dengan nama Tom Lembong itu, kini sedang melakukan kunjungan kerja di San Fransisco, Amerika Serikat bersama Menkominfo terkait agenda pengembangan digital ekonomi. Ia menyampaikan kecamannya lewat keterangan pers yang disebarluaskan tim humas Kemendag.

"Kemendag tidak melakukan razia atau sweeping pedagang. Kesimpulan di sidang kabinet terbatas soal pemberantasan impor ilegal yang digelar oleh Presiden amat jelas, yaitu impor ilegal sebaiknya dicegat di pelabuhan. Sekali impor ilegal keluar dari pelabuhan, barang ilegal itu akan menyebar ke ribuan titik distribusi dan akan campur aduk dengan barang yang legal. Sulit untuk memberantas impor ilegal setelah keluar dari pelabuhan," jelas Mendag, Jumat (30/10).


Tom menyatakan, kalangan pengecer perlu waspada agar barang dagangan memenuhi syarat-syarat sesuai peraturan. Sementara, tanggung jawab utama untuk memastikan legalitas barang impor berada di importir dan distributor.  (Baca: PKB Jakarta: Kebijakan Mendag Bikin Takut Pedagang, Menambah Sepi Pembeli)

"Pedagang tak perlu resah dan khawatir, selama barang-barang mereka telah memenuhi syarat," ujarnya

Menurut dia, pelaku yang menyebarkan rumor razia telah menyebabkan keresahan di kalangan pedagang dan mengakibatkan dampak negatif yang cukup signifikan terhadap perekonomian. Ratusan toko sempat tutup dan merumahkan karyawan, sehingga lalu lintas perdagangan barang menjadi sangat terganggu.

"Saya tidak mentolerir ada yang memanfaatkan ajakan pemberantasan barang ilegal dengan razia yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya lagi.

Mendag juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik dari Bareskrim Polri. Juga, mengapresiasi pernyataan Humas Polda Metro Jaya yang menegaskan rumor razia merupakan 'hoax’.

"Terima kasih kepada Bareskrim Polri dan Humas Polda Metro Jaya atas berbagai klarifikasi yang telah diterbitkan," ucap Tom.

Mendag Tom mengimbau masyarakat yang mempunyai informasi mengenai sumber rumor razia untuk segera melaporkan dan atau mengirimkan foto kejadian razia jika melihat, mendengar, dan mengalami razia.

Laporan bisa dikirim melalui SMS ke nomor Tom Lembong di 08111662778 atau melalui nomor WhatsApp Kepala Pusat Humas di 087781916244 dan Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Irpan Ganda Putra di 08179049576. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Istana Merdeka Menjelma jadi Pusat Pesta Rakyat dan Surga Kuliner UMKM

Jumat, 21 Agustus 2026 | 00:09

Mirza Fakhrul Islam Alamgir Terpilih Jadi Presiden Baru Bangladesh

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:52

Penanganan Bencana NTT Tidak Boleh Ada Kendala Anggaran!

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:38

Penumpang Bus NPM Pembawa Ratusan Vape Etomidate Diringkus Polisi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:18

PDIP Lepas Kapal RS Apung Laksamana Malahayati ke Lokasi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:26

Purbaya Siapkan Rp3 Triliun Insentif untuk Satu Juta Motor Listrik

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:15

DPO Narkoba Club Malam Batam Diringkus saat Mau Kabur ke Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:01

Dewan Adat Bamus Betawi Minta Warga Pati Tak Demo di Jakarta

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:30

Gibran Minta Maaf ke Pengungsi Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:06

Sayembara Ijazah SMA Gibran Tak Mengubah Standar Pembuktian Hukum

Kamis, 20 Agustus 2026 | 21:02

Selengkapnya