Berita

pimpinan DPR

Politik

Pakai Masker Waktu Sidang, Pimpinan DPR Alami Gagal Pikir

JUMAT, 30 OKTOBER 2015 | 12:53 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tingkah pimpinan DPR RI kembali menuai kritik pedas dari internal lembaga parlemen. Bahkan kali ini perilaku  mereka disebut sebagai "gagal pikir”.

Penyebabnya bermula dari aksi Setya Novanto Cs mengenakan masker saat memimpin sidang paripurna (Jumat, 30/10) dan memerintahkan seluruh anggota meniru aksi itu. Pemakaian masker diklaim sebagai bentuk keprihatinan atas "tragedi asap nasional” yang masih terjadi.

Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, mengkritik keras "drama" itu. Memang harus diakui, kata Hasanuddin, bencana asap telah menyengsarakan ribuan rakyat, terutama pelajar. Penyakit ISPA merajalela, penerbangan terhenti, nelayan tak bisa melaut, negara tetangga pun protes dan belasan anak  kecil meninggal karena gagal nafas.


"Seluruh anggota DPR prihatin dengan bencana ini. Tapi apakah solusinya dengan cara memakai masker saat sidang? Menurut saya ini yang gagal pikir,” lontar mantan Sekretaris Militer Presiden ini.

Mestinya sebagai anggota DPR yang memiliki kewenangan legislasi dan budgeting, para pimpinan melakukan upaya nyata sesuai kewenangannya. Misalnya, mendorong penambahan anggaran untuk kabupaten-kabupaten yang dibekap asap, terutama untuk biaya pemadaman dan biaya pengobatan rakyat. Atau membuat undang-undang atau regulasi larangan membakar lahan.

"Memakai masker saat sidang bukan tindakan riil yang dibutuhkan rakyat, dan hanya jadi bahan ketawaan mereka yang benar-benar sesak nafas,” tegas politisi asal Majalengka ini.

Ajakan pimpinan DPR agar para anggota memakai masker dan salat Istisqo juga dianggapnya kurang tepat, karena pimpinan DPR bukan komandan yang bisa memerintah fraksi lain. Salat Istisqo juga sudah kurang tepat karena mestinya sudah sebulan lalu dilaksanakan. Lagipula, saat ini beberapa daerah seperti Palangkaraya, Jambi dan Riau sudah diguyur hujan. Jangan sampai shalat Istisqo yang sakral itu dipakai jadi panggung politik pimpinan DPR.

Sekali lagi mari kita wujudkan keprihatinan kepada korban bencana asap ini dengan tindakan yang nyata, jangan cuma memakai masker seperti demontran, melainkan gunakan kewenangan DPR. Kepada pimpinan DPR pun saya imbau untuk lebih banyak lagi belajar tentang leadership terutama kepemimpinan kolektif kolegial,” tutup TB Hasanuddin. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya