Berita

masinton pasaribu/net

Hukum

Terlalu Kecil Urusan Mobile Crane Digarap Pansus Pelindo II

KAMIS, 29 OKTOBER 2015 | 15:32 WIB | LAPORAN:

. Diingatkan kembali bahwa pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Angket PT. Pelindo II DPR RI bukan untuk mengungkap dugaan korupsi pada pengadaan mobile crane (alat angkut berat) saja, tapi membongkar praktik kotor pengelolaan di BUMN.

Demikian ditegaskan Anggota Pansus Pelindo II DPR dari Fraksi PDIP, Masinton Pasaribu pada diskusi bertema 'Ada Apa dengan Pelindo II?' di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 29/10).

Pembicara lainnya adalah anggota Pansus dari Fraksi Gerindra, Nizar Zahro, anggota Pansus dari Fraksi NasDem, Taufiqulhadi, dan peneliti dari Institute for Development of Economics Studies (INDEF) Sugiyono.


Menurut Masinton, konstruksi dari pembentukan Pansus bukan persoalan mobile crane. Terlalu kecil Pansus dibentuk hanya mengurus persoalan seperti itu.

"Urusan pengadaan mobile crane bisa ditangani Polsek. Tapi Pansus Pelindo ini dibentuk sebagai lembaga politik negara dan pengawasan terhadap pelaksanaan UU. Artinya dalam konteks PT. Pelindo II, Pansus dibentuk sebagai bagian dari pengawasan terhadap pengelolaan pelabuhan oleh PT. Pelindo II sebagai BUMN," tegas Masinton.

Dia juga menegaskan apa yang terjadi di PT. Pelindo II sesungguhnya memiliki modus yang sama di sejumlah BUMN, apakah berkaitan dengan utang, mal praktek dalam pengelolaan BUMN, pengadaan barang dan jasa yang tidak sesuai aturan. Tak itu saja, pelanggaran hukum, terutama tindak pidana korupsi.

"Jadi PT. Pelindo II pintu masuk untuk melihat tata kelola BUMN dengan modus yang sangat hanyak sekali, termasuk mengesampingkan nasionalisme," tukas Masinton yang juga anggota Komisi III itu. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya