Berita

Azis Subekti/net

Soal RAPBN 2016, PAN Berharap Pemerintah-DPR Segera Temukan Kata Sepakat

KAMIS, 29 OKTOBER 2015 | 11:25 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Berlarutnya pembahasan RAPBN 2016 antara Pemerintah dengan DPR yang sudah memasuki masa injury time sangat mengkhawatirkan. Hal ini diperparah dengan sikap Pemerintah sebagai mitra komisi terkait yang tidak mampu mengkomumikasikan program yang dibuat secara baik bahkan kadang tidak dilengkapi dengan kajian.

"Pembahasan RAPBN di beberapa komisi bahkan nyata-nyata ditolak komisi secara institusi, artinya separoh lebih jumlah Poksi yang ada di komisi tersebut tidak menyetujui hasil pembahasan yang akan dibawa ke rapat paripurna," kata Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Azis Subekti dalam keterangannya, Kamis (29/10).

Hingga hari ini, lanjut Azis Subekti, setidaknya ada lima komisi yang masih belum bulat menetapkan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKAKL) 2016 yang ada dalam mitranya. Dari informasi yang didapat lima komisi itu antara lain: Komisi I, Komisi IV, Komisi V, Komisi VII dan Komisi XI.


"Ini berpotensi untuk membawa 'kegaduhan' di dalam paripurna, apalagi bila pemerintah dan DPR sama-sama memegang adagium pokok e," ujarnya.

Menurutnya, mengingat pentingnya RAPBN 2016 untuk segera disahkan dan memiliki efek yang sangat luas bagi kehidupan perekonomian nasional dan kehidupan rakyat secara keseluruhan, ia menyampaikan tiga pokok pikiran.

Pertama, menghimbau kepada Pemerintah untuk tidak main-main dan secara serius dan penuh totalitas untuk menyelesaikan setiap perbedaan pandangan yang terjadi bersama DPR dengan berpegang pada kepentingan nasional yang lebih besar dan nengutamakan jalan keluar ketimbang ngotot pada prinsip yang tidak fundamental karena kepentingan/agenda yang didesakkan oleh kepentingan di luar Pemerintahan. Terutama bagi menteri-menteri yang berasal dari parpol.

Kedua, dalam menyelesaikan perbedaan pandangan tentang situasi fiskal yang ditimbulkan oleh perubahan asumsi makro yang berakibat berkurangnya anggaran pada program di K/L Pemerintah dan DPR harus menerapkan prinsip kehati-hatian dan tidak menggunakan perspektif yang dapat menbulkan perdebatan bahkan dapat dikategorikan perbuatan melanggar perundang-undangan. Dalam situasi seperti sekarang pemerintah dan DPR sebaiknya menyepakati program yang memang tersedia anggaranya dan tidak ber asumsi pada penerimaan negara yang belum jelas apalagi dengan mengadalkan hutang.

Ketiga, demi dan untuk kepentingan rakyat bekerja untuk menyelesaikan persoalan dan menemukan kesepakatan bersama dalam menemukan postur APBN 2016 jauh lebih mulia ketimbang berpikir dan mencari cara untuk menolak pengesahan RAPBN 2016.

"Saya berharap pihak-pihak yang terkait dengan pembahasan RAPBN 2016 terutama Presiden dan petinggi di DPR bisa segera menemukan kata sepakat," demikian Azis Subekti. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya