Berita

foto:setkab

Nusantara

Mendarat di Tanah Air, Jokowi Akan Berkantor di Kabupaten OKI

KAMIS, 29 OKTOBER 2015 | 09:49 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana bersama rombongan tiba di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (29/10) pukul 08.15 WIB, setelah menempuh perjalanan sekitar 25 jam dari Amerika Serikat.

Kedatangan Presiden disambut langsung oleh Gubernur Sumsel Alex Noerdin, Menko Polhukam Luhut B. Pandjaitan, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Mendikbud Anies Baswedan, dan Menteri Kesehatan Nila Moloek, serta Kepala BNPB Willem Rampangilei.

Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana menyebutkan, Presiden akan langsung melanjutkan perjalanan melalui jalur darat dari Palembang menuju Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel.


"Di Kabupaten OKI, Presiden akan berkantor di Kantor Bupati OKI selama beberapa hari," kata Ari dalam siaran persnya, Kamis (29/10).

Tujuan Presiden berkantor di Kantor Bupati OKI, menurut Ari, selain untuk mengerjakan tugas-tugas kenegaraan, juga untuk memastikan penanganan pemadaman kebakaran hutan dan lahan berjalan semakin efektif dan penanganan warga yang terdampak kabut asap, terutama pelayanan tanggap darurat di bidang kesehatan, pendidikan serta bantuan sosial berjalan dengan baik.

Selain itu, Presiden juga ingin mengetahui langkah-langkah preventif yang telah dilakukan dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan, serta upaya penegakan hukum  terhadap pembakar lahan dan hutan, termasuk perusahan yang terlibat.

Presiden memilih untuk berkantor di OKI ini karena kebakaran hutan dan lahan, khususnya di Kabupaten OKI dan Kab Musi Banyuasin Sumsel adalah kebakaran hutan dan lahan yang luas dan besar.

"Produksi asap yang dihasilkan sangat besar. Asap terbawa angin ke utara-barat laut sehingga menyebabkan asap mengepung Jambi, Riau dan daerah lain," tuturnya.

Dilansir dari laman setkab.go.id, Presiden Jokowi juga berencana akan meninjau Suku Anak Dalam, di Kabupaten Soro Langu, Jambi, dan meninjau penanggulangan bencana kabut asap di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya