Berita

Kini, Anggota Pansus Pelindo II Saling Sindir

RABU, 28 OKTOBER 2015 | 20:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Anggota Pansus Pelindo II DPR RI dari Fraksi PKS, Refrizal menyayangkan keputusan pimpinan pansus menunda rapat dengan Menteri BUMN Rini Soemarno yang sudah dijadwalkan hari ini (Rabu, 28/10). Ia menduga pembatalan itu karena sejumlah pimpinan pansus dan fraksi tertentu masih kekurangan 'amunisi' untuk mencecar sang menteri.

Refrizal mengaku awalnya bingung dengan alasan pembatalan pemanggilan Menteri Rini. Sebab kemarin, dia sudah mencari informasi dan tahu bahwa undangan sudah dikirimkan serta persiapan rapat dilakukan. Hari ini dia kaget karena disebut rapat telah ditunda. Namun dia kemudian bisa memahami pembatalan itu

"Mungkin alat serang untuk Menteri BUMN masih kurang kali. Kan targetnya satu menteri BUMN harus direshuffle kan? Alat serangnya masih kurang kali," sindir anggota Komisi VI itu kepada wartawan, Rabu (28/10).


Sindiran Refrizal itu tampaknya diarahkan kepada PDIP, yang selama ini disebut-sebut ingin melengserkan Rini sebagai menteri BUMN. Analis memang banyak menilai PDIP paling berkepentingan secara politik dalam Pansus Pelindo II, karena ingin menyingkirkan Rini dari Kabinet Kerja. Makanya PDIP paling getol meminta pansus dibentuk, dan sekarang pansus dipimpin Rieke Diah Pitaloka yang merupakan anggota Fraksi PDIP.

Refrizal mengaku aroma politisasi kerja pansus sangat kuat. Sehingga ada kecenderungan opini mendasari berbagai langkah pansus, dan bukannya menelaah fakta-fakta. Dia pun mendorong agar para anggota pansus, khususnya para pimpinan agar mengubah semangat dari usaha politisasi menjadi pembenahan PT. Pelindo II. Karenanya, pansus harus diarahkan untuk membenahi sistem bukan menarget orang perorang.

"Jadi seharusnya kita bukan menarget orang perorang, tapi membenahi. Tanjung Priuk, kalau rusak, ekonomi kita terganggu. Yang senang Singapura. 70 persen ekonomi kita itu tergantung Tanjung Priuk," jelasnya.

"Kita sih senang berpolitik. Tapi masa rakyat harus susah? Pembenahan dong semangatnya, yang kurang diperbaiki. Kalau tak cocok dengan dirut pelindo, kenapa PDIP kenapa tak suruh Jokowi menggantinya? Kalau anda tak suka sama orang ini, bilang saja sama Jokowi," tambah Refrizal.

Dia mengingatkan PDIP bahwa PT. Pelindo II bukanlah musuh. Maka pandangan terhadapnya harus objektif. Semisal, PDIP harus membuka mata bahwa sudah tiga tahun berturut-turut PT. Pelindo II mendapat penghargaan di Asia.

"Dirutnya siapa? Kok tak disebutkan? Kenapa tak disebutkan? Memang ada yang lain dapat penghargaan? Yang baik, bilang lah baik. Yang menyimpang, masukkan penjara," tukas Refrizal. [sam]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya