Berita

fadli zon/net

HARI SUMPAH PEMUDA

Fadli Zon: Pemuda Harus Dapat Menghela Zaman

RABU, 28 OKTOBER 2015 | 14:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon mengatakan momentum Sumpah Pemuda harus menjadi peringatan untuk memperkuat rasa nasionalisme. Nasionalisme inilah yang sangat penting untuk mendorong pemuda bersikap kritis dan sensitif terhadap kepentingan nasional.

"Menjaga setiap kekayaan negara kita sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Hal ini, membutuhkan peran pemuda," ujar Fadli kepada redaksi, Rabu (28/10)

Jelas wakil ketua umum DPP Partai Gerindra itu, meskipun kekayaan alam kita melimpah, namun rasa nasionalisme kita rendah, maka yang muncul adalah para komprador, penjual kekayaan negara.


"Peran pemuda selalu tercatat menjadi agen perubahan sejarah, menjadi lokomotif dalam setiap tonggak penting sejarah bangsa Indonesia. Peran pemuda sebagai agen perubahan sosial, harus tetap dijaga ruhnya, agar pembangunan negara kita selalu mendapatkan pengawalan melekat dari para pemudanya," papar Fadli.

Para pemuda, lanjut dia, juga harus berpikir terbuka untuk terus mempersiapkan diri, bergaul dan saling menghargai perbedaan. Tantangan bagi pemuda sekarang berat, apalagi di era globalisasi seperti saat ini.

"Pemuda harus dapat menghela zaman, jangan sampai hanya terseret arus sejarah," tegas Fadli.

Ia menambahkan, pemuda merupakan unsur yang tidak bisa dipisahkan dari setiap momen perubahan besar. Momentum Sumpah Pemuda yang diperingati tanggal 28 Oktober, adalah titik penting bagi kebangkitan pemuda Indonesia untuk meraih kemerdekaan.

"Pemuda bukanlah semata-mata konstruksi usia. Namun lebih kepada konstruksi mental. Sehingga peringatan hari ini memiliki makna bagi seluruh warga negara Indonesia," tukas Fadli. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya