Berita

foto:net

Begitu Mendarat di Palembang, Jokowi Langsung Pimpin Penanganan Asap

RABU, 28 OKTOBER 2015 | 14:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Joko Widodo yang telah meninggalkan Washington DC, Amerika Serikat pada Selasa (27/10) petang waktu setempat atau Rabu (28/10) pagi waktu Indonesia diperkirakan akan tiba di Indonesia pada Kamis (29/10) pagi.

Kepala Negara dijadwalkan akan langsung menuju Palembang, Sumatera Selatan guna memimpin langsung penanganan bencana kabut asap yang menimpa sejumlah daerah di Pulau Sumatera, Kalimantan dan daerah-daerah lain di Tanah Air.

"Presiden telah memutuskan untuk mempercepat kunjungannya, beliau tidak melakukan kunjungan ke West Coast atau ke barat AS, dan langsung kembali ke Palembang melalui rute yang sama, dari USA ke Amsterdam lalu ke Abu Dhab, lalu kemudian diharapkan besok mendarat di Palembang sekitar jam 08.00 WIB," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung kepada wartawan di ruang kerjanya, Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Rabu (28/10).


Rencananya pada Kamis (29/10) besok, Presiden Jokowi, akan segera melakukan rapat dengan tim pengendali penanganan asap. Selanjutnya, Presiden akan berkunjung ke kota Musi Banyuasin (Muba) pada siang atau sore harinya melalui jalan darat selama 4-5 jam untuk meninjau beberapa titik api yang ada.

"Konsentrasi penanganan asap memang diutamakan kota paling terdampak, sebagian Sumatera dan Kalimantan," jelas politikus PDI Perjuangan itu.

Dalam kesempatan itu, Pramono juga menyampaikan, bahwa Presiden sudah menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) yang akan digunakan sebagai vehicle untuk tim yang dikoordinir oleh Menko Polhukam, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) dan Menko Perekonomian untuk berkoordinasi dalam penanganan bencana kabut asap.

Menurut Setkab, seperti dilansir dari laman setkab.go.id, ada 26 kementerian/lembaga (K/L) yang terlibat dalam koordinasi itu hingga sampai jenjang ke tingkat bupati/walikota. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya