Berita

ilustrasi/net

Nusantara

Tambahan Pesawat Water Bombing Disewa Korporasi yang Lahannya Terbakar

RABU, 28 OKTOBER 2015 | 12:14 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sebanyak 8-10 pesawat fixed-wing tambahan yang akan memperkuat armada operasi water bombing di Sumatera Selatan merupakan pesawat yang disewa oleh korporasi yang lahannya  terbakar.

Dikutip dari RMOL Sumsel, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),  Willem Rampangilei,  mengatakan, 2 unit pesawat dari Rusia merupakan pesawat yang disewa oleh perusahaan Sinar Mas. Sedangkan, untuk 8-10 pesawat lainnya ia belum mengetahui pasti soal korporasi mana yang menyewa.

"Kalau pesawat Rusia itu dari perusahaan atau swasta, dan pesawat tambahan itu akan sama saja dari swasta. Sinar Mas untuk yang pesawat Rusia. Kalau yang tambahan belum tahu siapa. Tetapi, yang jelas kami sudah memproses untuk yang 8 pesawat itu,"  tegasnya saat ditemui di VVIP Room Bandara Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II Palembang, Rabu (28/10).


Dia menambahkan, dengan datangnya pesawat yang berasal dari New Zealand dan Kanada tersebut maka armada yang ada saat ini semakin efektif menjalankan pemadaman lahan gambut yang terbakar.

"Pemerintah akan mencoba menambah lagi 8-10 pesawat fixed-wing lagi. Ada yang dari New Zealand, ada juga dari Kanada. Kapasitasnya kurang lebih 6 ribu liter per pesawat," terangnya.

Dia akui soal belum ada pengaturan soal penempatan pesawat. Hanya saja, pesawat tersebut akan menambah kekuatan yang ada di Sumsel maupun di Kalimantan Tengah. [ald]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

UPDATE

Gus Yaqut dan Jokowi, Siapa yang Benar?

Minggu, 01 Februari 2026 | 04:09

Ketika Eropa Abad ke-18 Begitu Jorok, Terbelakang, dan Menjijikkan

Minggu, 01 Februari 2026 | 04:05

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

Mantan Ketua LMND Muhammad Asrul Gabung PSI

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:12

Kentungan Oranye Anies

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:01

Pemain Saham Gorengan Bakal Disikat

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:27

MUI: Board of Peace Neokolonialisme Gaya Baru

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:17

Jokowi Hadiri Rakernas PSI, tapi Tak Sanggup ke Pengadilan, Warganet: Penyakit Kok Pilih-pilih

Minggu, 01 Februari 2026 | 02:01

Prabowo Pede Fundamental Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Gejolak Pasar Modal

Minggu, 01 Februari 2026 | 01:15

Pengangkatan 32 Ribu Pegawai Inti SPPG Jadi PPPK Picu Kecemburuan

Minggu, 01 Februari 2026 | 01:06

Selengkapnya