Berita

Dianto Bachriadi/net

Wawancara

WAWANCARA

Dianto Bachriadi: Hukumlah Seberat-beratnya, Tapi Jangan Mengurangi Kualitas Hidup

RABU, 28 OKTOBER 2015 | 09:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pria ini salah satu yang menentang wacana pemberian hukum kebiri bagi pelaku kejahatan seksual terhadap anak alias paidofil. "Karena pengebirian kan justru bisa dibilang tidak beradab sebetulnya, kata Dianto mengu­tarakan alasannya menolak hukum kebiri.

Selain itu, Dianto menolak hukum kebiri juga lantaran hingga kini belum ada satu pun negara yang bisa membuktikan secara statistik bahwa penerapan hukum kebiri itu berhasil menu­runkan tingkat kejahatan seksual terhadap anak.

Apa pandangan Anda terkait wacana Perppu hukum kebiri bagi pelaku paidofil?
Kalau menurunkan kualitas diri seseorang itu, maka hukuman itu klasifikasinya ya melanggar (HAM).

Kalau menurunkan kualitas diri seseorang itu, maka hukuman itu klasifikasinya ya melanggar (HAM).

Kenapa bisa demikian?
Yang paling penting kan be­gini, perilaku atau tindakan pidana itu tidak dihukum dengan kekerasan. Jadi persepektif hu­kuman itu kan sekarang bukan menghukum. Tapi mengembali­kan seseorang kepada harkatnya sebagai manusia yang beradab.

Tapi kan saat ini anak-anak Indonesia yang menjadi kor­ban paidofil sudah cukup banyak. Hampir seluruhnya meninggal tragis dengan kon­disi mengenaskan, bagaimana Anda melihat fakta tersebut?

Tidak ada yang membantah bahwa tindakan kriminal, ke­jahatan seksual kepada anak-anak sudah mengkhawatirkan. Nggak ada yang membantah itu. Saya juga nggak memban­tah itu. Bahwa angkanya juga bertambah, itu memang realitanya begitu. Tetapi responsnya bukan dengan cara seperti tadi.

Lantas seperti apa mer­espons realitas tersebut?

Kalau penghukuman itu di­maksudkan supaya orang kapok, maka itu kan nggak terbukti juga. Di sejumlah negara yang sudah menerapkan itu kan har­us kita periksa. Apakah sejak hukum itu diterapkan terjadi penurunan kejahatan seksual ter­hadap anak-anak? Kalau nggak meaning-nya apa, selain sebuah upaya sistematik negara mengu­rangi kualitas hidup seseorang.

Tapi bukankah pelaku paidofil itu layak dijatuhkan hukuman berat?

Bahwa harus dihukum berat, iya. Tapi kan bisa dipikirkan cara lain menghukumnya tadi. Juga dalam persepktif yang lain, bahwa menghukum tidak pada mengurangi kualitas pada kedi­rian atau kehidupan seseorang.

Jadi sebaiknya bagaimana?
Kalau kita tarik dari ujung yang paling hilir dari penghuku­man itu, itu memang pengadilan harus memberikan hukuman yang berat. Dan pembinaan si terdakwa itu nanti di da­lam Lembaga Pemasyarakatan secara khusus agar mereka tidak mengulangi perbuatannya, gitu. Itu yang harus dilakukan. Hukumlah seberat-beratnya tapi juga upayakan semaksimal mungkin, supaya mereka tidak mengulangi.

Bukankah dengan jalan mengebiri praktis mereka tidak bisa mengulangi?

Mengkebiri itu apa pun ben­tuknya kan sama saja seperti hukum rajam, mencuri potong tangan. Kan gitu. Hukuman itu bukan dengan cara mengu­rangi kualitas kemanusiaannya. Lagipula itu kan persoalan di hilirnya. Di bagian tengah-tengah, itu berarti memang ada yang harus kita perbaiki. Dalam sistem sosial, pengasuhan anak, dan sebagainya terkait dengan semakin terbukanya tindakan-tindakan kriminal seksual terh­adap anak-anak.

Kalau di bagian hulu?
Yang paling hulu itu pence­gahan. Sekarang siapa yang berpikir sungguh-sungguh dari pemerintahan ini untuk mencegah terjadinya kejaha­tan-kejahatan seksual terhadap anak-anak. Misalnya kejahatan seksual terhadap anak-anak di sekolah. Apakah di sekolah sudah mengembangkan sistem sendiri untuk meminimalisir kemungki­nan-kemungkinan itu. Apakah ada suatu sistem di masyarakat yang bisa mengeliminir kemungkinan-kemungkinan itu. Itu lebih baik energinya dipikirkan ke situ, dari­pada kita mengambil jalan pintas.

Jadi kebiri itu jalan pintas?
Ini kayak jalan pintas sebetul­nya. Jadi, pemerintah sekarang ini senangnya berpikir jalan pintas. Misalnya mengurangi kejahatan narkoba, hukum mati aja bandarnya. Nggak ada bukti atau angka statistik yang mem­buktikan bahwa semakin banyak bandar narkoba dihukum mati, kejahatan narkoba berkurang.

Sekarang juga untuk membikin jera para penikmat seks anak-anak, supaya mereka tidak melakukan tindak kriminal seksual khususnya terhadap anak-anak, udah dikebiri saja.

Bagaimana kalau penge­birian dilakukan dengan teknologi kedokteran yang modern. Apa juga bisa disebut tidak beradab?
Walaupun digunakan teknologi paling modern dalam ilmu kedokteran yang bagus sekalipun tidak mengurangi maknanya bahwa menghukum itu seperti mengurangi kualitas seseorang. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya