Berita

foto:net

Soempah Pemoeda: Berbangsa Satu Melawan Asap

RABU, 28 OKTOBER 2015 | 08:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan serta daerah lain semakin mengkhawatirkan. Kebakaran kali ini merupakan yang terparah sepanjang sejarah Indonesia, baik dilihat dari luasan maupun durasinya, dan sudah menimbulkan banyak korban.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sampai 24 Oktober 2015, sebanyak 10 orang tewas akibat bencana asap. Selain itu ada 503.874 penduduk di enam provinsi tercatat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"Kejadian ini merupakan penyiksaan terhadap rakyat Indonesia yang susah menghirup udara bersih," kata Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Tangerang Selatan, Sadam Husen Falahuddin kepada redaksi, Rabu (28/10).


Sadam pun mengajak semua elemen bangsa untuk mengingat kembali sejarah Soempah Pemoeda 28 Oktober 1928 yang menjadi pemersatu bangsa yang terjajah untuk merdeka.

"Kemerdekaan tanpa kenyamanan dan keamanan yang dirasakan oleh rakyatnya hanyalah 'pepesan kosong'. Kita merdeka agar menjadi bangsa yang maju dan sejahtera. Lalu dimanakah fungsi negara, jika saat ini problem rakyat tak bisa diselesaikan atau malah mempersulit mereka untuk hidup dalam sebuah negara," ujarnya.

"Saatnya soempah pemoeda 'berbangsa satu melawan asap'," tegas Sadam menambahkan.

Akibat dampak bencana asap yang semakin luas tersebut, KAMMI Kota Tangsel akan menggalang dana dan aksi solidaritas. Dalam aksi solidaritas ini mereka menuntutempat hal. Pertama, tangkap dan adili birokrat yang bermain mata dengan pengusaha nakal atas tindakan pembakaran hutan. Kedua, tangkap dan adili pengusaha baik perorangan maupun bentuk perusahaan yang melakukan pembakaran hutan. Ketiga, menuntut pemerintahan Jokowi-JK untuk segera mengambil tindakan yang cepat atasi bencana asap. Keempat, mengajak masyarakat dan pemerintah Kota Tangsel untuk peduli dan turun tangan dalam membantu korban asap. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya