Berita

gedung dpr/net

Politik

HARI SUMPAH PEMUDA

Siang Nanti, Ribuan Massa Aliansi Tarik Mandat Jokowi-JK Kembali Geruduk DPR

RABU, 28 OKTOBER 2015 | 07:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Seakan tidak memiliki rasa lelah, ribuan massa dari Aliansi Tarik Mandat (ATM) Jokowi-JK berencana untuk kembali melakukan aksi menuntut Jokowi-JK mundur.

Aksi yang akan digelar ini sekaligus sebagai peringatan kebangkitan pemuda di Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober.

Presidium ATM Beni Pramula mengatakan bahwa aksi ini akan diikuti ribuan mahasiswa dan pemuda. Aksi akan digelar pukul 14.00 wib, sementara titik aksi akan difokuskan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.


Dijabarkan Beni, demo di Hari Sumpah Pemuda ‎ini berangkat dari kegelisahan mahasiswa dan pemuda yang melihat bahwa 17 tahun reformasi tidak serta merta membuat rakyat semakin berdaulat dan sejahtera.

"17 tahun justru membuka peluang kekuatan di luar negara mengatur bagaimana dan ke mana negara ini mengarah. Jadi ada semacam corporatisme behind the government," ujar ketua umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) itu kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu, Rabu (28/10).

Keberlangsungan hidup negara ini, lanjut Beni, juga nyaris bergantung pada kekuatan modal. Atas dasar itu, ATM berpandangan bahwa sistem yang lahir dari reformasi ini, mesti dievaluasi dan dikritisi.

"Dalam momentum peringatan Sumpah Pemuda kali ini, kita akan bangun komitmen kebangsaan anak-anak muda untuk teriakkan narasi pembelaan atas kepentingan nasional kita dan perlawanan atas sistem yang liberal dan rezim anti rakyat," sambung presiden Organisasi Pemuda Asia Afrika itu.

Dalam demo kali ini ada tiga tuntutan yang disuarakan ATM. Pertama, mendesak MPR RI untuk menggelar Sidang Istimewa mengembalikan UUD 1945 ke sebelum versi amandemen. Kedua, mendesak para wakil rakyat segera menarik mandat rakyat untuk Jokowi-JK memimpin negeri. Terakhir, mendesak negara untuk segera menasionalisasi aset-aset asing. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya