Berita

ilustrasi/net

Inovasi Jadi Kunci UKM Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN

RABU, 28 OKTOBER 2015 | 05:16 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Usaha Kecil dan Menengah (UKM), sebagai salah satu motor penggerak perekonomian nasional, harus memiliki daya saing produk yang dihasilkannya dengan standar internasional, sebab tak lama lagi, Indonesia akan menjadi bagian dari Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Dengan diberlakukannya MEA, maka akan terjadi aliran jasa, barang, investasi, dan tenaga kerja terlatih tertentu secara bebas dari sesama negara Asean.

Demikian disampaikan Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya KUKM Kemenkop dan UKM,  Meliadi Sembiring. Menurut Meliadi, berdasarkan panduan AEC Blueprint dan Asean Strategic Plan of Action for SME Development, ada tujuh aspek yang menjadi titik berat MEA. Antara lain, keuangan, pasar, teknologi dan inovasi, layanan konsultasi dan informasi, pembangunan SDM, infrastruktur, serta kerangka kebijakan dan peraturan.


"Dari ketujuh aspek tersebut, bagian yang menjadi fokus dalam kegiatan ini adalah inovasi. Inovasi selalu menjadi kebutuhan bagi suatu perusahaan atau organisasi untuk dapat bertahan hidup dan berkembang," kata Meliadi dalam acara seminar nasional ‎dan pemilihan UKM Inovatif di Jakarta, Selasa (27/10).

Menurut dia, sejalan dengan konsep siklus hidup usaha inovasi dapat menjauhkan suatu usaha yang sudah mature menjadi decline. Karena, inovasi dapat mendorong perusahaan tersebut untuk memperkenalkan ciri khas baru dari produk yang diberikannya.

"Banyak UKM di Indonesia yang sudah menunjukkan orientasi pada aspek inovasi. Hal ini perlu diimbangi dengan pemberian penghargaan, khususnya dari pemerintah, sehingga UKM merasa menjadi pengusaha yang diperhatikan oleh pemerintah", kata Meliadi. [ysa]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya