Berita

Fadli Zon/net

Politik

Kalau Surat Komitmen PKB Benar, Itu Abuse of Power

SELASA, 27 OKTOBER 2015 | 14:48 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Surat komitmen pendamping dana desa yang mengharuskan pendamping dana desa menjadi kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang beredar di publik membuat resah pimpinan DPR.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menegaskan, jika keberadaan surat berkop PKB itu benar dilakukan PKB, maka hal itu jelas merupakan sebuah penyimpangan.

"Kalau benar, maka itu bentuk korupsi dan abuse of power," ujarnya saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/10).


Namun begitu, Fadli mengaku bahwa dirinya belum mengetahui kebenaran rumor tersebut. Politisi Gerindra itu juga tengah mendalami peredaran surat komitmen tersebut.

Lebih lanjut, Fadli berharap dana desa tidak dipotong lagi ke kas partai. Harapan ini menanggapi butir surat komitmen yang mengharuskan pendamping desa menyetor ke PKB.

"Jangan sampai dana desa dikorupsi lagi. Dana desa ini harus betul-betul sampai ke desa. Kalau dana ini dipotong lagi, ini jelas suatu bentuk korupsi," tandasnya.

Diketahui, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar mengatakan sudah melakukan cross check untuk mengonfirmasi kebenaran isu pemerasan dalam proses rekruitmen pendamping desa.

Alhasil, kata Marwan, diketahui bahwa modus dalam penipuan yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab itu adalah mengadakan pelatihan pendamping atas nama kementerian, kemudian disuruh bayar dan bikin surat pernyataan.
 
"Sudah dapat dikonfirmasi bahwa itu fitnah yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, dan jelas itu bukan kader PKB," ujar Marwan dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi di Jakarta, Senin (26/10) kemarin. [rus]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya