Berita

Taufiqulhadi/net

Politik

Fraksi NasDem Imbau Publik Tidak Mudah Curigai Pansus Pelindo

SELASA, 27 OKTOBER 2015 | 06:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Fraksi Partai NasDem DPR RI menyanggah sinyalemen aroma politis dalam pembentukan Pansus Angket PT. Pelindo II DPR. Sebelumnya berbagai pihak berasumsi partai politik dalam Pansus Pelindo II bermaksud memainkan benefit dan profit menggiurkan dari perusahaan plat merah tersebut

"Fraksi NasDem tidak akan terlibat dalam hal-hal semacam itu. Fraksi NasDem jelas independen. Kami mendudukan persoalan secara tepat, kalau memang ada penyalahgunaan, kami akan bilang ada penyelewengan. Sejauh mana skala penyalahgunaannya, kami akan sampaikan dengan jelas," tegas anggota pansus dari Fraksi NasDem, Taufiqulhadi, Selasa (27/10).

Ia menambahkan, pembuktian kompleksitas persoalan PT. Pelindo II merupakan prioritas Fraksi NasDem. Ia menekankan bahwa asas justifikasi terhadap potensi pelanggaran di Pansus Pelindo II harus dikawal dan tidak boleh sembarangan menjatuhkan vonis. Kehati-hatian ini menurutnya sangat erat kaitannya dengan nasib para buruh sebagai pihak terdampak dari sebuah konsesi.


"Kita tidak akan memvonis segalanya lebih awal karena pembuktian dari pansus ini harus tetap diusut sampai semuanya jelas. Yang paling penting, tidak boleh memvonis dahulu sebelum ada bukti," imbuhnya lewat rilis media Fraksi NasDem.

Legislator dari Dapil Jatim IV ini juga mengimbau publik untuk tidak mudah menyimpulkan sesuatu. Menurutnya, sampai saat ini Pansus Pelindo II masih tahap mengumpulkan data dan fakta dengan memanggil pihak-pihak yang terkait.

"Progresnya masih tahap awal pengumpulan data. Menurut saya yang mencuat di media itu adalah asumsi, asumsi dia bersalah dan dia yang tidak bersalah. Asumsi seperti itu mestinya dibuang saja kita tunggu hasil akhirnya," jelasnya.

Ketika ditanya mengenai temuan yang sudah terhimpun di dalam Pansus, Taufiqulhadi menjelaskan bahwa baru pembelian crane yang diduga merugikan negara. Rapat Pansus Pelindo II dengan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Anang Iskandar menyimpulkan 10 poin hasil rapat, yang salah satunya menyebut pengadaan 10 unit mobil crane dilakukan dengan perencaan yang tidak benar.

"Sejauh ini, yang saya ketahui setelah memanggil Kabareskrim, kemungkinan besar potensi merugikan keuangan negara itu adalah di pembelian crane, yang lain itu belum dan masih asumtif saja," tukasnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya