. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum berminat untuk penuhi tawaran Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh terkait rekonstruksi pertemuan islah Gatot Pujo Nugroho-Tengku Erry Nuradi di Kantor DPP NasDem di Jakarta.
"Sampai saat ini tidak ada rencana berkaitan dengan kegiatan tersebut," ucap Plt Pimpinan KPK Johan Budi SP saat dihubungi wartawan, Senin (26/10).
Johan menilai hal tersebut merupakan wewenang dari penyidik KPK yang menangani perkara dugaan suap terkait penanganan perkara dana bantuan sosial (bansos) Pemprov Sumatera Utara di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Kejaksaan Agung.
"Itu terserah penyidiknya, apakah diperlukan atau tidak rekonstruksi tersebut," tegas Johan.
Dihubungi terpisah, Plt Pimpinan KPK, Indriyanto Seno Adji pun menyatakan hal senada. "Menurut kami, sampai saat ini kami belum dianggap perlu rekonstruksi," terangnya.
Indriyanto menyebutkan, perlu tidaknya melakukan rekonstruksi seperti yang ditawarkan Surya Paloh merupakan wewenang penuh penyidik. "(Rekonstruksi ulang) kami serahkan kepada penyidik," ujarnya.
Ia menjelaskan, suatu rekonstruksi diperlukan apabila adanya keraguan tentang suatu peristiwa. Artinya, lanjut dia, jika memang memang terjadi suatu peristiwa yang dibenarkan oleh saksi-saksi, maka tidak diperlukan rekonstruksi ulang.
"Jadi memang kalau semua saksi sudah menyatakan ada pertemuan dalam rangka islah, maka tidak diperlukan rekonstruksi tersebut," tambah Indriyanto.
Diketahui, Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh menawarkan kepada KPK untuk melakukan rekonstruksi ulang terkait pertemuan islah yang terjadi di Kantor DPP Nasdem di Gondangdia, Jakarta Pusat. Tawaran tersebut disampaikan Surya Paloh kepada penyidik KPK saat ia diperiksa sebagai saksi untuk mantan Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Patrice Rio Capella, Jumat (23/10) malam.
Surya Paloh menjalani pemeriksaan selama sekitar tiga jam. Dalam pemeriksaan tersebut ia mengaku ditanyai penyidik seputar pertemuan di Kantor DPP Nasdem, pada pertengahan Mei lalu. Menurut Surya Paloh kepada penyidik ia telah menjelaskan segala hal terkait pertemuan tersebut. Dimana dalam pertemuan itu dia hadir bersama OC Kaligis, Gubernur Sumut (nonaktif) Gatot Pujo Nugini, dan wakilnya, Tengku Erry Nuradi. Pertemuan tersebut bertujuan untuk meredakan ketegangan hubungan yang terjadi antara Gatot dan Erry.
[rus]