Berita

tri rismaharini/net

Hukum

Desmond: Polda Jatim Main-main di Kasus Risma

SENIN, 26 OKTOBER 2015 | 13:07 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kisruh seputar berita penetapan tersangka atas calon Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini (Risma), mengindikasikan ada permainan” di dalam institusi penegak hukum.

Demikian menurut Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Desmond J. Mahesa, yang mempertanyakan bantahan Kapolda Jawa Timur Jatim atas kabar status tersangka politisi PDI Perjuangan itu. Apalagi, bagi dirinya pribadi, penetapan tersangka atas Risma merupakan hal yang biasa.

"Penetapan tersangka Risma ini hal yang biasa saja, tapi ‎kemudian dibantah Polda Jatim. Ini ada apa?” ujar politisi Partai Gerindra ini saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/10).


Ia menilai penetapan Risma sebagai tersangka ‎dalam kasus relokasi Pasar Turi bukan berarti penjegalan terhadap pencalonan di Pilkada Surabaya, melainkan murni penegakan hukum. Karena itu, Desmond curiga ada yang bermain-main dalam kasus ini. Dengan gamblang Desmond menuding  Polda Jatim.

"Penjegalan?‎ Bagi saya tidak‎. Ini ada apa polisi beda, kejaksaan beda? Saya lihat yang main-main ini kepolisian. Sejauh ini, itu yang saya lihat," tegasnya.

Desmond pun mengkritik konsensus antara pemerintah dan lembaga penegak hukum yang isinya agar aparat tidak membuat gaduh dengan menjegal calon kepala daerah lewat kasus hukum,  Desmond menganggap kesepakatan itu tidak bersifat mengikat.

"Itu cuma kesepakatan. Bukan hukum, bukan sesuatu yang dinormakan," tegas dia lagi.

Status tersangka Risma mencuat saat Kasi Penerangan Hukum Kejati Jatim Romy Arizyanto mengaku telah menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dari penyidik Polda Jatim. Salah satu isinya adalah penetapan Tri Rismaharini selaku Wali Kota Surabaya, sebagai tersangka. Kejati telah menurunkan dua jaksa untuk meneliti berkas perkara tersebut.

Namun tak lama kemudian, Polda Jatim membantah kabar penetapan Risma sebagai tersangka dalam kasus Pasar Turi.

"Sampai saat ini polisi belum menetapkan tersangka," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji. [ald]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya