Berita

foto:net

Soal Asap, Rakyat Hanya Berharap kepada Tuhan

SENIN, 26 OKTOBER 2015 | 11:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah di Indonesia sudah berjalan tiga bulan dan sudah sampai kepada titik yang sangat mengkhawatirkan.

Diketahui, sebaran asap dari karhutla di Sumatera dan Kalimantan telah menyebar luas. Sebaran asap sangat tergantung pada arah angin. Berdasarkan pantauan satelit Himawari dari BMKG pada Minggu (25/10) kemarin, lebih dari tiga per empat wilayah Indonesia tertutup asap tipis hingga tebal. Hanya Jawa Tengah, DIY, sebagian Jawa Timur, NTT, Sulut, Maluku Utara dan bagian utara Papua saja yang tidak tertutup asap. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan sekitar 43 juta jiwa terpapar kabut asap. Yang menyedihkan 12 korban jiwa meninggal akibat malapetaka itu.

Pengamat politik dari UIN Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan belum padamnya api dan telah menyebar luasnya asap membuktikan pemerintah gagal mengatasi bencan asap.


Ditambah dengan ngototnya Presiden Jokowi melakukan kunjungan ke Amerika Serikat pada 24-29 Oktober, bukti presiden asal PDI Perjuangan itu tidak peka dan lari dari tanggung jawab.

Jelas Pangi, saat ini masyarakat hanya bisa berharap kepada Tuhan agar hujan turun.

"Berapa lama kita harus menghadapi ini. Semoga hujan turun lebih cepat dan lebat lagi. Rakyat hanya berharap kepada Tuhan, sulit berharap kepada pemimpinnya," ujar dia kepada redaksi, Senin (27/10).

Diketahui, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana dan sejumlah pejabat pemerintah pada Sabtu (24/10) malam hingga Kamis (29/10) mendatang berkunjung ke Amerika Serikat untuk kunjungan kenegaraan. Fokus kunjungan ini adalah meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya