Berita

saleh partaonan daulay/net

Nusantara

DPR Minta BNPB Inisiasi Keppres Larangan Bekas Karhutla Jadi Perkebunan

SENIN, 26 OKTOBER 2015 | 10:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah didesak untuk segera menindaklanjuti beberapa masukan DPR, khususnya Komisi VIII dan masyarakat terkait bencana asap.

Ini lantaran dampak asap telah meluas ke wilayah lain, bahkan hingga Malaysia, Thailand, dan Pulau Jawa. Dampak asap dikhawatirkan akan semakin mengancam kesehatan masyarakat dan mengganggu stabilitas sosial ekonomi masyarakat.

Dikatakan Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay bahwa dalam rapat kerja Rabu (21/10) dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), telah disepakati untuk menjadikan bencana kebakaran hutan sebagai bencana nasional.


"Selain itu, Komisi VIII juga mendesak pemerintah untuk melakukan upaya-upaya yang diperlukan agar bencana tersebut tidak semakin menelan korban yang lebih luas, terutama penyakit gangguan pernafasan dan paru-paru," kata Katua Komisi VIII, Saleh Partaonan Daulay, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/10).

Dalam kesepakatan itu, Komisi VIII juga mendesak agar kepala BNPB menginisiasi lahirnya Keppres tentang larangan lahan bekas kebakaran hutan dijadikan lahan perkebunan.

Keppres, menurut Saleh, penting sebagai langkah pencegahan agar kebakaran hutan tidak terjadi lagi di tahun-tahun mendatang. Terlebih, kebakaran hutan menelan kerugian yang tidak sedikit bagi negara.

"Kami meyakini bahwa kebakaran lahan dan hutan yang terjadi itu disengaja. Ada oknum-oknum tertentu yang sengaja membakar untuk memperluas lahan perkebunan. Karena itu, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah membuat aturan agar lahan bekas kebakaran dilarang dipergunakan untuk perkebunan. Termasuk lahan yang sudah memiliki izin, dikembalikan lagi ke negara," tandasnya.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya