Berita

Ayu Mulyadi/net

Kuliner Indonesia Harus Jadi Raja di Negeri Sendiri

SENIN, 26 OKTOBER 2015 | 06:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Asean Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) telah mengundang arus masuk perusahaan asing, tak terkecuali  industri jasaboga, untuk berinvestasi di Indonesia. Menyikapi hal tersebut, Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) mengingatkan pengusaha jasaboga lokal agar tetap konsisten mengedepankan potensi kuliner Indonesia.

"Kita harus membawa kuliner Indonesia mampu bersaing dengan kuliner dari negara-negara lain dan menjadikannya raja di negeri kita sendiri," kata Ketua Umum DPP APJI, Ayu Mulyadi, Selasa (27/10).

Namun menurut Ayu, banyak kendala yang dihadapi pengusaha jasaboga saat ini. Mulai dari sumber daya manusia,  ijin usaha, teknologi pelaksanaan serta harga bahan baku yang terus naik.


Menimbang kondisi tersebut, APJI yang merupakan wadah perusahaan dan pengusaha di bidang jasaboga menggelar Rakernas ke II yang dihelat pada 21 hingga 23 OKtober 2015 di Makassar. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan itu bertujuan merumuskan sejumlah agenda penting terkait kinerja industri jasaboga mendatang.

"Melalui kegiatan ini, mari kita bersama menjadi profesional untuk mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Sukseskan kuliner Indonesia," harapnya.

Ketua Panitia Penyelenggara Rakernas II APJI, Iden Gobel mengatakan, beberapa agenda kegiatan yang akan diangkat adalah perumusan rekomendasi perijinan, kebijakan pemerintah yang berpihak kepada usaha jasaboga. Selanjutnya, rumusan strategi proteksi dalam menghadapi banyaknya perusahaan jasaboga yang masuk ke Indonesia, demi melindungi perusahaan jasaboga di Indonesia. Selain itu, penempatan LSP Nusantara Jaya sebagai lembaga sertifikasi profesi di bidang jasaboga di seluruh anggota APJI.

"Ini merupakan tantangan APJI untuk mendidik dan menyiapkan sumberdaya manusia yang siap bersaing dengan banyaknya kuliner dari negara-negara lain yang masuk di Indonesia," tutup Iden. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya