. Asean Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) telah mengundang arus masuk perusahaan asing, tak terkecuali industri jasaboga, untuk berinvestasi di Indonesia. Menyikapi hal tersebut, Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) mengingatkan pengusaha jasaboga lokal agar tetap konsisten mengedepankan potensi kuliner Indonesia.
"Kita harus membawa kuliner Indonesia mampu bersaing dengan kuliner dari negara-negara lain dan menjadikannya raja di negeri kita sendiri," kata Ketua Umum DPP APJI, Ayu Mulyadi, Selasa (27/10).
Namun menurut Ayu, banyak kendala yang dihadapi pengusaha jasaboga saat ini. Mulai dari sumber daya manusia, ijin usaha, teknologi pelaksanaan serta harga bahan baku yang terus naik.
Menimbang kondisi tersebut, APJI yang merupakan wadah perusahaan dan pengusaha di bidang jasaboga menggelar Rakernas ke II yang dihelat pada 21 hingga 23 OKtober 2015 di Makassar. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan itu bertujuan merumuskan sejumlah agenda penting terkait kinerja industri jasaboga mendatang.
"Melalui kegiatan ini, mari kita bersama menjadi profesional untuk mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Sukseskan kuliner Indonesia," harapnya.
Ketua Panitia Penyelenggara Rakernas II APJI, Iden Gobel mengatakan, beberapa agenda kegiatan yang akan diangkat adalah perumusan rekomendasi perijinan, kebijakan pemerintah yang berpihak kepada usaha jasaboga. Selanjutnya, rumusan strategi proteksi dalam menghadapi banyaknya perusahaan jasaboga yang masuk ke Indonesia, demi melindungi perusahaan jasaboga di Indonesia. Selain itu, penempatan LSP Nusantara Jaya sebagai lembaga sertifikasi profesi di bidang jasaboga di seluruh anggota APJI.
"Ini merupakan tantangan APJI untuk mendidik dan menyiapkan sumberdaya manusia yang siap bersaing dengan banyaknya kuliner dari negara-negara lain yang masuk di Indonesia," tutup Iden.
[rus]