Berita

net

Politik

PDIP Ancang-ancang Ambil Alih Pelindo II Lewat Pansus

MINGGU, 25 OKTOBER 2015 | 17:46 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

PDI Perjuangan dinilai sebagai partai yang paling menginginkan pengambilalihan kekuasaan atas bisnis dan lahan di PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II lewat Pansus Angket PT. Pelindo II.

"Saya melihat kental sekali aroma politisnya (Pansus Pelindo II DPR). Ini ladang permainan elite kelas tinggi untuk saling berebut lahan sebab ini sangat menguntungkan dan menggiurkan sekali kue kekuasaan di situ," kata pengamat politik dari UIN Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago‎ di Jakarta, Minggu (25/10).

Menurut dia, PDI-P sebagai partai penguasa saat ini memiliki kepentingan mengambil alih lahan tersebut. Sebab, selama 10 tahun pemerintahan SBY, PDI-P ibat 'berpuasa' dan kini gilirannya 'panen'. Tak heran Komjen Budi Waseso (Buwas) lalu diminta pasang badan untuk mengambil alih.


"Buwas enggak kuat. Arus baliknya sangat kuat. Namun PDI-P akan terus menekan dan memainkan segala macam strategi untuk mengambil alih Pelindo II," sebut Pangi.

Pada titik itu, Pansus Pelindo II kemudian dipakai sebagai tambahan energi layaknya bantuan dukungan politik dari Parlemen. "Makanya Ketua Pansus Rieke Diah Pitaloka juga kader PDI-P," imbuhnya.

Pangi menilai, Pansus Pelindo II itu nantinya akan tak jauh beda nasibnya dengan pansus-pansus lain di DPR. Yakni kasusnya menguap ke langit setelah ada kekuatan politik yang sangat kuat melindunginya. "Pansus ini akan masuk angin karena partai lain sudah mulai tahu dalang di balik Pansus Pelindo II dan misinya mulai tercium," ujarnya.

Lanjut dia, apa yang terjadi saat ini ada kaitan dengan persiapan Pemilu 2019. Pelindo II sama seperti BUMN lainnya adalah 'ladang' basah yang 'seksi' dengan putaran angka-angka rupiah yang banyak sekali.

"Wajar jadi rebutan karena empat tahun lagi mau pemilu, partai sudah mulai mengambil ancang-ancang bergerilya 'merampok' BUMN untuk persiapan amunisi pemilu 2019. Kondisinya memang sulit. Karena tidak ada partai kita yang benar-benar mandiri. Sangat bergantung pada BUMN, menyusu dan menghisap BUMN," demikian Pangi. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya